Aku tidak mengerti apa itu cinta, sungguh, mungkin banyak remaja lelaki seusiaku menyukaiku, bahkan bisa saja sesama teman kerjaku menyukaiku tapi aku terlalu cuek untuk sekedar mengetahui apa itu cinta. Bukan menjadi urusan yang harus aku urusi terutama tentang cinta, orang bilang cinta itu menghangatkan, menentramkan jiwa, membuat hati bahagia, betulkah?
Aku banyak mendengar cerita tentang cinta dari teman-temanku yang sudah pacaran, tapi yang mereka ceritakan kebanyakan tentang kegelisahan dan kegalauan, itukah yang dinamakan hubungan baik? tidak juga.
aku terlalu puitis bukan?
sudah satu bulan berlalu, dan semua baik-baik saja, Peter dengan tingkah anehnya. karyawan lain dengan gosipan miring tentang aku.
aku sibuk dibelakang restoran mencuci piring kotor yang sangat menumpuk, tidak menghiraukan keadaan sekitar, aku terlalu fokus sampai aku tidak sadar bahwa seseorang memperhatikan aku dengan seriusnya.
"Permisi nona muda!"
aku kaget dan menoleh padanya, Peter? dia memanggilku dengan sebutan nona muda? apa dia lupa atau dia amnesia?
"Ya bos Peter, ada yang bisa saya bantu?"
"Peter? aku bukan Peter, aku Petra"
"Petra? Petra siapa? kamu adiknya bos atau kembaran bos?"
aku sungguh sangat kebingungan, siapa Petra? kenapa dia begitu mirip dengan bos Peter? mereka kembarkah? atau Kaka beradik? sejak aku bekerja disini aku tidak pernah melihatnya, mendengar namanya saja tidak sama sekali. Petra jauh lebih mudah mungkin usianya 25 tahun.
"aku adiknya Peter, aku baru saja datang dari luar negeri, aku ke restoran ini karena Kaka Peter yang menyuruhku"
"oke, lalu apa yang bisa saya bantu tuan Petra?"
"oh itu, tadi Kaka Peter menyuruhku untuk memberitahumu, kalau dia ingin teh hangat dan segera diantar ke kantornya"
"begitukah? bos Peter ingin teh hangat, baiklah aku akan segera menyeduhnya, apa tuan Petra juga ingin minum sesuatu?"
"oh ya tentu, tolong bikin jus jeruk dengan gula satu sendok dan es"
"baik Tuan Petra"
"jangan panggil aku tuan, panggil saja kak Petra, kamu pasti Scarletta kan?"
"baik Tuan, eh kak, baik kak Petra"
"baiklah aku dan kak Peter menunggumu"
"baik kak, segera"
wah aku tidak habis pikir bahwa Peter punya adik yang tidak kalah tampan darinya. Tinggi mereka sama, tapi kulitnya jauh lebih terang. Pembawaannya lembut sekali dan matanya indah.
Entah mengapa tiba-tiba hatiku berdebar kencang saat memikirkan kak Petra yang baru saja kutemui beberapa menit yang lalu, aku jadi salah tingkah.
aku menyeduh teh hangat juga membuat jus jeruk, aku jadi agak canggung ingin mengantarnya ke ruangan bos, disana ada bos Peter dan kak Petra. Mungkin setelah mengantarnya aku akan langsung keluar, kalau bos Peter tidak punya permintaan aneh-aneh.
"Permisi, teh dan jus-nya sudah siap!"
aku deg-degan, entah kenapa rasanya aneh sekali aku harus berhadapan dengan kakak beradik itu.
"silahkan masuk Scar"
ku dengar dari luar pintu kak Petra yang menyahuti aku, Apakah bos Peter tidak bersamanya sekarang? syukurlah.
aku masuk dengan sopan, ternyata bos Peter sedang menelepon, dia tampak serius sampai dia tidak menghiraukan kedatanganku.
"Kak Petra silahkan diminum jus-nya, teh bos Peter aku simpan dimeja-nya yah, kalau dia sudah selesai menelpon tolong suruh dia meminum teh-nya"
syukurlah, bos Peter sedang menelepon, aku tidak ingin bos melakukan sesuatu yang membuat Kak Petra salah paham. Diam-diam aku melirik kak Petra, oh Tuhan dia manis sekali.
"Baik Scar, terima kasih banyak ya"
aku keluar dengan perasaan lega, tapi aku seperti ingin terus-terusan memandang wajah manisnya kak Petra, ohhhh.