Ketika aku mengantar teh dan jus ke ruangan bos untung dia sedang menelepon, aku tidak ingin bos melakukan hal yang tidak-tidak apalagi ada kak Petra disitu.
Aku kembali ke kegiatanku mengurus dapur dan mengantar makanan, namun ketika aku mengantar makanan ke meja nomor dua, aku melihat kak Petra pergi ke tempat parkir, apakah dia akan pulang? ah sayang sekali padahal aku masih ingin melihat wajah tampannya, aku senyum-senyum sendiri membayangkan betapa aku sangat mengagumi kak Petra.
Aku melihat tidak ada tanda-tanda kak Petra akan kembali ke restoran, sebenarnya aku agak kecewa.
"Scar, kamu di panggil bos ke ruangannya!"
Bos? memanggil aku lagi? untuk apa dia terus memanggilku ke ruangannya, tidak ada karyawan yang lain kah? sebenarnya aku kesal bos selalu menyuruhku untuk urusan pribadinya, terserah bos lah.
"baik Mbak Nova, tunggu sebentar"
"buruan katanya urgen"
"iya segera!"
aku berlari kecil menuju ruangan bos, kira-kira keperluan mendadak apa yang bos ingin aku lakukan padanya, sebenarnya aku agak penasaran.
"Permisi!"
"iya masuk Scar"
"bos memanggil saya? ada yang bisa saya bantu?"
"oh ya ya, saya ingin kamu membuatkan jus jeruk, dengan tambahan gula satu sendok dan es"
"oh jus jeruk? kak Petra minta jus jeruk lagi?"
"apa? tidak Gadis kecil, jus-nya untukku"
"baiklah, akan segera aku buatkan"
"tidak pakai lama, dan kamu dilarang tersenyum apalagi tersenyum sendiri kaya tadi"
"aku dilarang tersenyum?"
"Scar keluar sekarang, lima menit saja waktu kamu untuk membuat jus!"
"t t t tapi bos!"
"Scarletta Maria!"
"baik bos"
apa-apaan ini! masa aku dilarang untuk tersenyum! apa ada aturan macam itu di dunia ini? kalau ada baru tau aku, bos kenapa sih jadi aneh begitu, tadi kak Petra menyuruhku membuat jus jeruk sekarang bos juga ingin minum jus jeruk. bukannya bos tidak biasa minum jus jeruk?
sambil ngedumel aku membuatkan jus jeruk untuk bos, kurang dari lima menit jus jeruk pun siap, aku menaruhnya di nampan dan mengantarnya ke ruangan bos
"Permisi jus-nya sudah siap"
"sini masuk, tutup pintunya"
"bos aku taruh jus-nya di meja kerja ya, aku langsung kembali ke dapur soalnya banyak piring kotor yang belum aku cuci"
"gadis kecil, siapa yang menyuruhmu untuk buru-buru keluar?"
"t t t tapi bos"
"Scarletta Maria, duduk!"
aku duduk tanpa bersuara, aku sungguh sangat kesal dengan sikap bos Perer yang memang sangat menyebalkan ini, sekarang apa maunya? tidak bosankah setiap hari dia melihat wajahku yang cemberut ini?. Tapi sebenarnya aku juga penasaran kemana perginya kak Petra tadi, aku ingin bertanya pada bos.
"bos Peter!"
"iya Scar"
"kak Petra udah pulang ya?"
"menurut kamu? kalau dia sudah tidak ada di ruangan saya berarti dia sudah pulang"
"hehehe iya bos"
"untuk apa kamu bertanya tentang Petra?
"nggak bos, cuman tanya aja kan bos kakaknya Petra"
"ia Petra memang adikku, ada keperluan apa kamu bertanya?"
"nggak bos, nggak ada.
kenapa sih bos sensi sekali saat aku bertanya soal Kak Petra, kan aku hanya ingin tau saja kenapa kak Petra buru-buru pulang. Semoga kak Petra balik lagi ke restoran, aku ingin sekali melihat wajahnya yang tampan. Terngiang-ngiang wajah kak Petra di benakku.
"Scar kenapa kamu senyum-senyum sendiri?, kamu lupa kalau kamu dilarang tersenyum?"
"bos tidak bercanda soal larangan itu?"
"apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"
"tapi bos, itu peraturan yang aneh, ini hak saya untuk tersenyum!"
"kamu sudah melanggar aturanku jadi kamu aku hukum!"
"aku di hukum? bos yang benar saja?"
"Scarletta Maria, kamu hari ini lembur bersamaku di kantor"
"lembur? tapi bos!"
"Scarletta Maria, tidak ada yang membantah, aku akan menelpon mamamu"
"terserah bos saja"
wajahku cemberut bukan main, untung dia bos ku. ada-ada saja kegilaannya.