shelly menangis sambil memukul dadanya kuat kuat, baru saja mereka bertengakar seperti biasa dengan suaminya.
suami yang hanya memperlakukan shelly seperti b***k pemuas Nafsu belaka,
shelly yang awalnya hanya diam dan pasrah dengan suami pilihan neneknya, tp lambat laun shelly mengetahui kelakuan busuk suaminya.
Dengan keberanian penuh, shelly meminta bercerai dengan suaminya,
" maaf mas yudha, bagaimana kalau kita sudahi saja hubungan yang tidak sehat ini?"
ucanya dengan hati bergetar, sambil menahan isakannya.
"kenapa, tidak dari dulu kamu mengatakan ini hmm?" mata yang mengarah pada shelly yang tertunduk di depannya.
" maaf karena dulu saya tidak mau melihat nenek bersedih, tapi sekarang nenek sudah pergikan. bagaimana kalau kita akhiri sampai disini mas..."
benar nenek shelly telah berpulang ke sisi Tuhan, nenek shelly mengalami sakit jantung dan baru beberapa bulan ini neneknya shelly berpulang.
Awalnya Shelly bertekat mau mencoba mempertahankan rumah tangganya, tapi hari hari yang ia lalui terlalu sakit. melihat suaminya yang bergonta ganti pasangan, dia tidak akan pernah puas dengan hanya 1 wanita.
" Hmm baiklah, akan saya kabulkan.
tapi dengan 1 syarat bagaimana?" bertanya
dengan wajah garangnya.
Tanpa pikir panjang shelly menyanggupi syarat tersebut, yang terpenting yang ada di pikirannya segera terlepas dengan suaminya.
" Baik mas, sebisa mungkin saya kabulkan syarat tersebut."
" Angkat kaki dari rumah ini, malam ini juga tanpa membawa apapun, dan satu lagi kamu tidak usah berpikir tentang harta gonogini ngerti, kamu tidak berhak semua itu!!'" bentar suami shelly. uuppss bukan suami ya, tapi mantan suami shelly.
"Baik dengan senang hati saya akan pergi dari rumah ini, mas jangan kawatir saya tidak akan menutut apa apa dari mas yudha .
saya hanya ingin meminta izin membawa Album kenangan saya sewaktu masih kecil."
masih dalam posisi menunduk.
" saya pamit ya mas, mas hati dan jaga kesehatan?" menyalami mantan suaminya tersebut.
yudha hanya diam dan terbengong, berharap istrinya tidak bisa menyangupi syarat tersebut.
saat yudha tersadar, shelly sudah tidak ada lagi di depannya " "aaahhhh....sial,,booooddooohhh ....!!!" mengacak meja rias di kamarnya.
* Dimalam yang dingin serta turunnya hujan shelly berjalan seorang diri sambil memegang tas ransel kecil yang berisi sepasang baju ganti dan foto Album waktu kecil, yang menyimpan banyak kenagan bersama keluarganya.
" hiks ..hiks .. Ya Allah harus kemana lagi hamba mencari penginapan untuk malam ini?"
sambil melihat di sela jarinya masih ada cicin pemberian yang bisa ia jual untuk kebutuhan hidupnya esok.
"maaf ya nek, shelly pinjam dulu cicin ini, besok kalau shelly sudah sukses shelly janji untuk membelinya kembali".. hik...hiks ..
shelly berjalan di sepanjang malam itu, tapi keberuntungan masih di pihaknya, shelly bertemu dengan wanita paruhbaya yang sedang berjualan nasi goreng, shelly merogoh sakunya dan masih menemukan uang sisa yang dulu iya bawa pertama kali ke rumah suaminya.
" Alhamdulillah Ya Allah, masih di kasih jalan untuk membeli makan" gumannya terharu.
"Permisi buk mau nasi gorengnnya 1 ya, minumnya teh anget aja?" ucapnya pada ibuk paruh baya tersebut
" eehhh baik neng, pedes tidak ya..?" tanya wanita tersebut
"pedes dikit aja ya buk,,"
"baik neng, tunggu sebentar ya." sambil meracik untuk membuat nasi goreng pesenannya.
sambil menunggu pesanannya, shelly hanya diam dan melamun, ia bingung untuk malam ini mau menginap dimana, tidak mungkin iya mencari bantuan malam malam begini.
lamunannya buyar saat ibuk tersebut mengantar pesenannya, " ini neng nasi gorengnya dan teh anget satu".
"terimakasih bu... mari makan bu" ajaknya pada ibuk penjual nasi goreng
" iya neng silahkan..." jawabnya ramah
Tanpa shelly ketahui ibuk tersebut memperhatikan shelly dengan heran, tak lama kemudian shelly menghabiskan makanannya tersebut, setelahnya ibuk tersebut mendekati shelly sambil bertanya dengan sungkan.
" maaf neng ibuk mau bertanya, neng mau kemana malam malam begini, sendirian pula. tidak baik malam malam jalan sendiri?"
Bukannya menjawab shelly malah menangis,
"maaf buk boleh saya bertanya, di derah deket sini ada ko kosan atau rumah yang di sewakan tidak ya bu?"
" kebetulan neng di dekat rumah ibu ada rumah kosong, kalau Eneng mau nanti ibu anter kesana bagaimana?" tanya ibu tersebut dengan lembut
"Benerkah bu, saya mau. Alhamdulillah Ya Allah telah Engkau permudah urusan hamba". dengan terharu sambil memeluk ibu tersebut.
"maaf maafkan saya ya bu, atas kelancangan saya." dengan perasaan malu malu Shelly kepada ibuk tersebut
"Tidak apa-apa ibu malah seneng neng, ow ya perkenalkan nama ibuk sukarni, kalau boleh tau nama neng siapa trus dari mana malam malam begini?" bertanya dengan sedikit heran melihat penampilan shelly dari bawah sampai atas.
" nama saya Shelly bu, saya pergi dari rumah mantan suami saya bu..." tanpa disadari genangan air dalam matanya keluar.
" ya sudah mari nak ibuk antar kerumahnya, deket kok dari sini!" berjalan mendekati shelly..
"terimakasih banyak ya bu, jadi merepotkan ibu, ow ya tadi saya belum bayar ya makanannya, jadi berapa ya bu?"jawabnya sungkan
" sudah sudah tidak usah, angap saja saya sebagai ibu kamu. tidak usah sungkan. mari nak shelly..."Shelly sangat terharu dengan kebaikan ibu sukarni yang telah sudi menolongnya, iya sangat beruntung dan bersyukur atas musibah yabg terjadi. ia bisa bertemu dengan orang baik seperti ibu sukarni.
sesampainya didepan rumah minimalis yang ibu sukarni tunjukan, dengan pagar tralis di depannya, dinding berwarna biru putih memperlihatkan kebersihan rumah tersebut.
walau sudah lama rumah itu kosong, ibu sukarni sering membersihkannya. jikalau ada orang yang berminat untung menyewa, rumah tersebut sudah tertata rapi dan bersih.
" Gimana nak rumahnya sesuai tidak, maaf ya rumahnya tidak bagus, kecil juga keadaannya.." jawab ibu sukarni dengan lesu.
" Eehhh ibu, shelly suka kok rumahnya simple bersih juga, saya jadi menyewanya ya bu..."dengan wajah berbinar senang.
"syukurlah kalau begitu, semoga betah ya neng shelly.." sambil membuka pintu pagar, mereka berjalan kedalam rumah, Shelly tanpa henti terkagum dengan desain rumah tersebut. dia sudah menjatuhkan pilihannya dan sesuai dengan keinginannya.
" pagi harinya shelly sudah terlihat lebih baik dari kemarin, dia sudah manata hati dan pikirannya. dia berencana untuk mejual cicin pemberian neneknya tersebut untuk kebutuhan hidupnya, selama belum mendapat pekerjaan. Dan shelly pun berencana akan melanjutkan kuliahnya dan mencari kerja sampingan.
shelly mengambil ponsel yang iya bawa di dalam tasnya, lalu mencarger karena ternyata ponselnya sudah mati semaleman.
sambil menunggu shelly membersihkan rumahnya, sudah kebiasaan shelly uang selalu rajin bangun pagi, untuk beribadah dan di lanjutkan membersihkan rumah dan tidak lupa untuk memasak.
berhubung belum ada bahan masakan, shelly membeli makan yang ada di dekat rumahnya.
"Baiklah semangat shelly, kamu kuat kamu hebat.. yeeyyy...!!"