"Hmmm, sama orang di sebelah"
Gemini yang berada di samping Elio terdiam, lalu menatap Elio yang saat ini menatap ke depan.
"Di...di sebelah? Maksudnya?" Tanya Gemini tak mengerti.
Elio menoleh ke arah Gemini dan tersenyum kecil. "Ya, di sebelah. Orang yang duduk di sebelah."
Gemini lagi lagi terdiam, dan tanpa sadar ia menggigit bibirnya untuk menahan rasa bahagianya saat ini.
Gemini berdehem. "Ma...Maksudnya, yang di sebelah itu Gemini?" Tanya Gemini sedikit ragu.
Elio terdiam sejenak dan mengangguk pelan. "OH MY GOD, DEMI APA?!" Teriak Gemini tanpa sadar.
Elio yang mendengar itu langsung terkejut.
"Eh, I...itu refleks kak, hahaha." Gemini tertawa canggung,
"Ta..tapi, yang kakak bicarakan barusan itu beneran?"
Elio lagi lagi mengangguk "Iya."
Gemini tersenyum malu-malu mendengarnya. Ia berdehem. "Jadi, kita pacaran nih?" Tanya Gemini.
"Hmm, Gemini maunya gitu?" Tanya Elio balik karena ia juga tidak tau.
"Emang Gemini juga suka?" Gemini mengangguk sembari tersenyum.
"Ya, udah dari dua tahun yang lalu sih. Gemi sering deketin kakak loh setiap hari, tapi kakak nggak pernah respon, " ujar Gemini sembari menatap Elio yang juga menatapnya dengan alis yang mengkerut.
"Nggak pernah lihat lo deketin selama ini. Emang deketinnya dengan cara apa?" Gemini berdehem.
"Yang sering kasih bekal pas pagi-pagi. Terus yang sering kirim pesan setiap hari. Itu Gemini loh kak." Elio menatap Gemini tak percaya.
"Jadi itu lo?" Gemini mengangguk "Iya."
"Bagaimana mau tau kalau deketinnya kayak gitu," ujar Elio. Mereka sama-sama terdiam sejenak. Lalu, Gemini menatap Elio.
"Jadi, kita pacaran nih kak?"
"Gemi maunya gitu?" Gemini mengangguk.
"Ok, mulai sekarang kita pacaran. Tapi jangan deketin laki-laki lain ya. Aku cemburuan soalnya."
"Ih, siapa juga yang deketin laki-laki. Kecuali kak Elio, itu mah fakta. Tapi kakak juga jangan terlalu ramah sama perempuan, kesannya kayak kakak kasih mereka harapan gitu. Apalagi sama si Abel tuh," ujar Gemini dengan kesal.
"Hmmm, " Elio hanya bergumam untuk menjawabnya.
"Udah bell tuh, ayo aku antar ke kelas."
Mereka berdua pun berdiri dan Elio mengambil alih buku-buku milik Gemini dan berjalan berdua. Mereka berbincang dengan serius, dan kadang bercanda hingga suara tawa mereka terdengar.
"Nanti pulang sekolah dijemput siapa?"
"Nggak tau. Kayaknya pakai taksi."
"Tunggu di parkiran. Aku antar." Gemini mengangguk dan Elio pun berjalan menuju kelasnya. Tapi sebelum itu, ia menatap Gemini. Tangannya mengusap kepala Gemini pelan.
"Belajar yang rajin ya. Dengarin penjelasan guru. Jangan main-main di kelas."
"Siap Pak bos."
"Masuk sana."
*****
Bell pulang sekolah baru saja berbunyi. Dengan segera, Gemini memasukan alat tulisnya ke dalam tas dengan sedikit tergesa-gesa. "Mau kemana, Gem?"
"Mau pulang lah," jawab Gemini sedikit ketus.
"Kok kayak orang tergesa-gesa gitu. Ditungguin siapa lo?"
"Ditungguin pacar" jawab Gemini sembari tersenyum. Ketiga teman Gemini langsung saling menatap.
"Maksudnya?"
"Gue ditungguin pacar di parkiran."
"Lo udah pacaran?" Tanya Anjani kaget.
"Iya."
"Sama siapa?"
"Sama si doi lah, sama siapa lagi."
"Sama kak Elio?" Gemini mengangguk.
"Kok bisa?"
"Ya pasti bisa lah. Gemini gitu loh. Ya udah deh gue ke parkiran dulu, bye."
"Semangat Gem. Pj besok jangan lupa." Gemini membalikan tubuhnya dan mengacungkan jempol ke atas. "Siap!"
Di tempat parkiran, Elio berdiri di samping mobil putihnya. Ia menatap ke bawah sembari menggerak-gerakan kakinya. Tidak jauh dari Elio, seorang siswi tiba-tiba berada di depan Elio.
"Hmm, Elio." Elio mendongakkan wajahnya dan menatap ke depan. Keningnya mengkerut.
"Iya, siapa ya?"
"Gue Abel, El," ujar Abel sembari tersenyum. Kening Elio mengkerut.
"Abel yang mana?" Tanya Elio bingung. Seketika, senyuman Abel tadi langsung memudar.
"Abel kelas 12 ipa 1."
"Oh." Elio mengangguk.
"Hmm, boleh minta tolong nggak?" Tanya Abel.
"Minta tolong apa?" Tanya Elio bingung.
"Hmm, begini. Hari ini gue nggak ada yang jemput. Hmm kalau boleh, gue boleh minta nebeng nggak? Rumah gue nggak jauh dari sekolah kok," ujar siswi itu dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
Elio mengelus belakang kepalanya. "Hmm, gimana ya." Elio jadi bingung.
"Gimana, Bisa kan? Soalnya teman-teman gue udah pada pulang. Minta tolong dong, El."
"Hmm, nggak bisa naik taksi atau ojek gitu?"
"Nggak ada uang, uang gue habis. Terus ponsel gue juga lowbat. Please, minta tolong banget."
"Hmm, ya udah," ujar Elio ragu.
"Makasih Elio, Ini mobilnya kan?" Elio mengangguk, dan tanpa disuruh Abel pun masuk ke dalam mobil.
Elio menoleh ke samping di mana Gemini berada. Gemini tersenyum.
"Kakak kenapa?" Tanya Gemini bingung. Elio mengusap belakang kepalanya dengan gusar, lalu menaikan kedua bahunya. Gemini yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung "Kenapa sih?"
"Kak, belum berangkat?" Tanya Abel dari dalam mobil. Gemini seketika langsung menatap ke arah mobil di mana suara pertanyaan itu terdengar.
"Itu di dalam siapa?" Tanya Gemini sedikit ketus. Terlihat sekali raut kecemburuan di wajahnya. Elio menaikan bahunya dan menceritakan awal mulanya.
Seketika Gemini langsung berdecak. "Ih kenapa kakak ngijinin sih."
"Kasian, dia minta tolong gitu." Sekali lagi Gemini berdecak. Gemini berjalan ke arah pintu mobil di mana Abel berada. Abel yang sedari tadi tersenyum langsung terkejut saat melihat Gemini berdiri di samping pintu mobil seraya kedua tangan terlipat di depan d**a.
"Eh, lo ngapain di sini?" Tanya Abel kesal.
"Hello, seharusnya gue yang nanya kayak gitu, lo ngapain di sini?"
"Gue mau diantar sama Elio, kenapa? Lo cemburu? Hah, kasian banget sih lo," ujar Abel seraya tertawa meledek.
"Idddih, dasar calon pelakor."
"Apa lo bilang."
"Ini tempat gue. Ke luar lo sana, duduk di belakang tuh."
"Ih, apaan sih. Gue duluan yang di sini, ngapain lo usir-usir," protes Abel kesal.
"Nggak, ke luar lo sana. Ini mobil pacar gue, ngapain lo minta numpang kayak gitu. Kelihatan banget orang miskinnya."
"Ih, lo."
"Ke luar sana, duduk di belakang. Calon pelakor aja belagu."
"Ih, Elio lihat nih. Masa gue yang duluan duduk di sini di usir sih. Seharusnya kan dia yang duduk di belakang." Gemini memutar kedua bola matanya malas.
Elio yang sedari tadi terdiam langsung menatap Gemini. Gemini terlihat merajuk dan berdecak sesekali.
"Hmm, lo bisa duduk di belakang, Bel? Biar Gemini di sini."
Abel langsung terkejut mendengarnya. Sedangkan Gemini sudah tersenyum senang. Elio yang melihat Gemini pun ikut tersenyum. "Tapi--"
"Gue duluan yang ajak Gemini pulang. Jadi, di depan tempat Gemini sebelum lo ambil." Gemini menahan ketawa saat melihat Abel yang terlihat memerah karena malu.
Dengan terpaksa Abel ke luar dan menatap Gemini dengan tajam. Gemini menatap Abel sembari meledeknya dan tertawa kesenangan. Lalu Gemini masuk ke kursi depan dan Abel di belakang.
Elio masuk di kursi kemudi dan mulai mengendarai mobilnya.
Di perjalanan, Elio dan Gemini sesekali berbincang dan tertawa malu, sedangkan di belakang, wajah Abel sudah memerah bak kepiting karena terlalu kesal.
Gemini menatap cermin di depan dan menampakan wajah Abel yang terlihat kesal. Ia tersenyum kemenangan dan sesekali berdehem.