Sudut bibir Aldric berkedut. Dia menertawakan alasan yang sedang di pakai oleh Arabella. Gadis itu mengatakan kalau semua orang di Sigyn memang menguasai sihir pemanggilan binatang dan berkata kalau itu bukan lah hal yang aneh untuk di lakukan oleh para penduduk Sigyn.
Apakah Arabella baru saja berbicara kalau dia dan para Klannya adalah keturunan seorang Raja? Jika!memang itu adalah benar. Bukannya akan begitu mudah jika mereka ingin mengkudeta Retori dari tahta tertinggi.
Aldric telah menemukan seseorang yang lebih pantas untuk menduduki tahta raja. Namun meski begitu. Seharusnya Arabella langsung saja mengakui dan membenarkan semua. Jangan terus menghindar dan mengelak seperti saat ini.
"Bisakah suatu saat kamu membawa aku ke Klan mu? Aku ingin berguru dengan mereka tentang cara mengusai sihir binatang. Aku ingin menguasainya juga. Ahh... atau kamu yang akan mengajarkannya padaku? Anggap saja sebagai balas budi karena sudah menyelamatkan kamu dari bahaya."
Aldric harus memastikan sendiri. Apakah kemampuan yang di miliki oleh Arabella memang sebegitu kerennya. Hingga mampu membuat setiap binatang yang diperintahkannya langsung saja tunduk.
Pangeran dari Bath itu harus memastikan sendiri kalau Arabella memang keturunan Klan Raja atau tidak. Jika memang iya. Maka dia akan mengajaknya kerja sama untuk menghancurkan Retori. Dan akan dia pastikan kalau Freya tidak akan punya kesempatan untuk menang di Acavalati.
"Ya? Emm... sebenarnya aku tidak begitu mahir menggunakan sihir itu. Jadi aku tidak yakin apa aku bisa membantumu atau tidak."
Arabella terus merutuki diri sendiri dengan jawaban yang baru saja dia berikan. Nerthus sudah jelas-jelas mengatakan kalau Arabella tidak boleh mengatakan pada siapapun tentang kemampuan yang dia miliki.
Celakanya, Arabella bukan hanya memberitahu orang lain tentang kekuatannya. Namun Arabella telah menunjukkan kemampuan yang dia punya. Tepat di depan mata Aldric.
Bagaimana bisa Arabella akan mengajari Aldric? Nerthus akan sangat marah besar jika tahu hal itu. Kekuatan yang dia miliki adalah rahasia. Tidak ada satupun yang boleh tahu.
"Aku rasa tadi kamu sangat mahir menggunakan sihir tersebut. Aku yakin kalau kamu akan jadi guru yang sangat berkompeten! Lihat bagaimana cara kamu merubah burung kecil tadi jadi raksasa. Itu sudah cukup untuk menunjukkan betapa kerennya dirimu. Bagaimana kalau kita mulai saja pelajaran tentang sihir itu?sembari menunggu gerbang yang terbuka?" usul Aldric dengan begitu bersemangat.
Selama ini Aldric memang suka sekali mempelajari ilmu sihir dari para Klan yang lain. Dan dia jadi sangat penasaran dengan ilmu sihir yang dimiliki Arabella.
Apakah benar Arabella adalah keturunan Raja? Atau semua hanya sebuah kebetulan karena nenek moyang Klan Arabella pernah berguru dengan Raja?
***
Burung emas Raksasa menurunkan Freya dan juga Gotta di tengah hutan dengan hati-hati. Dia tidak bisa lama-lama mengajak dua penyihir Acavalati itu terus terbang. Tugasnya hanya menyelamatkan dua gadis itu dan semua dirasa sudah lebih dari cukup.
"Pintu gerbang mungkin masih belum akan terbuka. Kuharap kalian menjaga diri kalian dengan baik."
"Kau masih belum mau mengatakan siapa yang menyuruhmu?"
Freya masih saja kesal karena burung emas raksasa memilih untuk bungkam dan tidak mau bicara apapun, meski sekeras apapun dia memaksa untuk burung itu bicara.
"Bukan kewajibanku untuk menjawab semua itu. Tugasku sudah selesai dan aku akan kembali!"
Enggan berdebat lama-lama dengan putri Retori. Burung emas itu kembali terbang tinggi dan membelah langit. Meninggalkan Freya yang masih penasaran tentang siapa orang yang sudah memerintahkan burung tersebut.
Freya yakin jika orang yang sudah memerintahkan burung itu bukanlah orang yang sembarangan. Terlebih lagi ini bukan pertama kali dialami oleh Freya. Sebelum ini ia pernah diselamatkan oleh semut merah raksasa saat akan mati di telan ganasnya samudra.
Dua kejadian ajaib yang pernah Freya alami. Diyakini gadis itu, terjadi karena orang yang sama. Masalahnya siapa orang itu? Freya bahkan tidak bisa untuk memikirkan satu namapun.
Jika memang itu adalah karena sang Ayah. Kenapa harus ditutupi?
"Freya... apa tadi adalah suruhan ayahmu? Wahh... hebat. Dia menggunakan kekuasaannya untuk melindungi mu. Sangat bagus. Untung saja aku menjadi partner mu. Jika tidak. Aku mungkin sudah mati di telan raksasa jelek tadi." ujar Gotta dengan begitu sarkas.
Sebenarnya dia juga merasa sungguhan beruntung dan merasa sangat diuntungkan karena bisa berpatner dengan Sia. Namun semua itu akan lain ceritanya jika mereka bukan partner.
Tunggu. Bukankah itu juga sebuah kecurangan karena telah melibatkan pihak lain hanya untuk menyelamatkan diri?
Tahu begitu lebih baik Gotta berpatner dengan Pangeran Aldric yang ternyata kemampuan sihirnya ternyata jauh diatas Freya. Buktinya pemuda itu mampu membuat raksasa mengerikan yang berhasil hampir membunuh Freya dan juga dirinya.
"Bisakah kau diam? Aku sudah sangat muak mendengar ocehan dari mulutmu itu. Akan lebih baik jika kamu memikirkan caranya untuk bertahan hidup di dalam hutan terlarang ini. Karena bukan tidak mungkin, akan ada makhluk sejenis raksasa tadi yang mengincar nyawa kita!" terang Freya sambil mengumpulkan ranting pohon. Kemudian mulai menyusunnya menjadi gunungan yang tinggi.
"Maksudmu kita belum selamat? Tunggu? Kau tidak sedang bilang kalau kita belum aman kan?"
"Aku ingin bilang tidak seperti inginmu. Sayang. Jawabannya adalah iya!"
"Apa?"
"Hmmm... kita belum aman sebelum bisa keluar dari hutan terlarang ini."
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Freya, Gotta menjadi pucat kembali, dia khawatir kalau makhluk mengerikan akan kembali mengganggunya.
"Freya... apa tidak ada cara lain untuk kita keluar dari hutan ini? Aku akan memanggil naga terbangku yang lain. Tapi kali ini kau tidak boleh membunuhnya!"
Gotta sudah jera dengan kejadian melawan Raksasa jelek tadi. Tenaganya sudah terkuras habis. Dia tidak ingin korban nyawa lagi.
"Dan kau ingin Nyonya Gerld akan langsung mendepakmu? Karena beranggapan kau telah curang. Tidak bisa Gotta. Lagipula naga mu tidak akan mampu menebus kedalam hutan terlarang. Dia hanya bisa sampai pada pinggir hutan saja. Dan kau lihat kita sekarang? Ada di tengah hutan!" jelas Freya masih dengan terus mengambil ranting pohon dan menumpuknya.
Awalnya tumpukan itu datar. Tapi kali ini sudah berubah menjadi agak tinggi.
"Mahluk apa yang mungkin kita hadapi?"
"Macam-macam. Ya tergantung siapa penguasa daerah ini. Berdoa saja. Semoga itu bukan mahluk yang mengerikan!"
Freya tidak sedang menakuti Gotta. Tapi pada kenyataannya, hutan memang diisi dengan para makhluk yang sulit untuk ditaklukkan.
"Kau tidak sedang bohong, kan?"
"Untuk apa aku bohong?tidak ada gunanya!"
"Astaga... sebenarnya kita ini akan dibunuh kan? Kita datang kesini karena di jebak!"
"Kamu baru tahu? Padahal aku sudah menjelaskan sejak tadi!"