"Freya...!" jerit Sachi tidak terima, saat buku yang dia pegang, direbut paksa oleh Freya.
Baru saja dia akan mencoba mempraktikkan sihir baru yang dia pelajari, namun Freya telah merusak kesenangan yang dia lakukan.
Tahu begini kejadiannya, Sachi akan memilih sihir menghilangkan nyawa seseorang selamanya.
Freya memang tidak pernah suka melihat orang lain bahagia.
"Ini milikku!" ucap Freya dengan begitu percaya diri.
Dia adalah orang yang menyingkirkan Arabella dari Acavalati. Jadi seharusnya, dia adalah orang yang paling berhak mendapatkan buku Arabella. Untung saja Freya punya firasat untuk datang ke kamar Arabella, jika tidak. Justru Sachi yang akan menikmati hasil kerja kerasnya.
Sachi yang bodoh itu yang akan mendapatkan sumber ilmu sihir Arabella.
"Milik mu? Yang benar