Hari itu, setelah Zain tahu bahwa ada kandungan napalm di balik ranjau darat yang menghancurkan lokasi peninggalan sejarah Oud Centra, ia langsung pergi menemui sosok Roy Ayasa di sel tahanan. Kini dirinya beserta Nikolas dan Jack sudah duduk di ruangan yang sama dengan yang ia pakai bersama Adam Hillary tadi. Ketua polisi Distrik Pusat ini ingin menceritakan semua hal pada mereka berdua di sini agar tak ada informasi yang bocor keluar.
Jack hanya duduk diam. Ia memperhatikan semua hal dengan cermat. Sebuah keberuntungan baginya mendapat kedudukan sama di mata Zain karena bisa mendengar keterangan ini langsung darinya, mengingat profesor eksentrik ini hanyalah warga sipil biasa. Sikapnya yang konyol seakan sirna begitu saja. Ia menatap Zain dengan pandangan serius. Niko pun seakan heran d