“Bukankah sudah kubilang jika aku tidak ingin buka suara tentang hal ini? Kalau kalian ingin bicara, tinggalkan aku dan Nikolas Pande di sini sendirian.”
Jack Hannes ingat betul apa perkataan Mario Regardus siang tadi. Dosen Universitas Tenggara yang saat ini masih mengenakan jas lab itu terlihat merenung dan memikirkan kejadian ketika dirinya, Niko, dan Zain pergi ke sel tahanan Mario. Bukannya menjawab ketika Zain dan Jack bertanya, pria tua itu justru mengusir mereka dan meminta Niko untuk tetap di sana. Karena sikap keras kepalanya, Jack dan Zain pun mau tak mau menuruti permintaan rektor universitas elite tersebut.
Mereka berdua pergi berlalu dari hadapan Mario dan meninggalkan Ketua Badan Intel itu berdiri seorang diri di sana, lebih tepatnya, berhadapan langsung dengan dalang diba