Jika saja kita bisa menentukan arah bagaimana langkah kaki membawa pergi mungkin tidak akan sekecewa ini. Karena sering kali disia-siakan semuanya hilang seperti kapas. Dulu dia orang yang paling tidak diinginkan tapi sekarang hanya dia yang diharapkan untuk kembali.
Dapur rumah itu membuat Agal teringat ketika Nana sering memasakkan sarapan untuknya, belum lagi rumah yang selau bersih ketika Nana ada, kamar tidur yang selalu rapih setiap kali Agal pulang. Jangan lupa tempat parkir mobil yang sekarang sunyi tanpa penghuni lain.
Bunda menatap Agal dari jauh, kadang kalo orangnya sudah tidak ada barulah merasa rindu, coba saja jika orangnya ada tidak ada kata rindu yang terucap hanya kebencian di dalam diri.
"Bunda, hari ini Agal mau coba ketemu sama teman kantor Nana, Bunda bener-bener e