Bab 2
"Airy bangun sayang...hari ini kamu harus masuk sekolah loohh.."suara lembut mama membangunkan ku sambil membuka jendela kamar ku "maaahhh aku masih pusing dan uhuk..uhukk.." keluhku dengan manja sambil berpura-pura batuk agar mamaku mengizinkan ku untuk tak masuk sekolah "enggak naakk...kamu udah gak demam dan udah sehat jadi hari ini harus masuk sekolah" tegas mamaku.
Akhirnya dengan gontai aku berjalan ke kamar mandi dan segera ber siap untuk berangkat.
Saat sarapan papa menyapaku "anak papa kenapa sih kok cemberut pagi pagi gini" aku yg hanya diam saja sambil cemberut dan mengunyah nasi goreng sarapan ku "minta bolos pasti niihh bocah paah"saut kak Zacky seraya duduk di sebelah ku "emang kenapa sih nak kok sampek gak betah banget di sekolahan kamu? Tanya mama ku..fyi aja aku gak cerita tentang kejadian kemarin karna saat mama bertanya aku hanya menangis
Aku hanya diam saja mendengar mereka percuma jika aku meminta pindah sekarang karna bulan depan sudah ujian kenaikan kelas dan aku gak mau di anggap pecundang karna mulai hari ini aku gak akan mau di tindas lagi dan aku gak akan menghiraukan mereka yg membully ku lagi.
Sesampainya di kelas aku melihat ada seorang gadis yg duduk di bangku ku dan aku belum pernah melihatnya saat dia menoleh ke arah ku dan tersenyum "hai aku anak baru dan guru memintaku duduk di sini dengan mu apakah boleh??" Tanya gadis itu dan aku hanya mengannguh sambil ter gagap "ii..iiyaa"jawabku dan dia mengulurkan tanyannya "namaku Elly..nama mu Airy khan??" "Iya namaku Airy"jawabku kikuk sambil menjabat tangannya "mau kan kamu berteman dengan ku Airy?" Aku mengangguk dengan semangat seakan baru kali ini ada yg mau berteman dengan ku dan kenyataannya memang begitu...
Seminggu aku berteman dengan Elly gadis cantik berdarah Chinese itu memiliki lesung pipi dan bertubuh langsing sangat bertolak belakang denganku yg gendut dan kucel dan selama seminggu itu juga aku terbebas oleh gangguang Aris karna entah kenapa bocah itu terlihat mengacuhkan ku dan itu membuatku bersyukur..
Saat jam istirahatt aku dan Elly duduk di pinggir lapangan sambil melihat anak laki-laki yg lagi main basket termasuk Pam juga di sana dan Elly memergoki ku yg selalu memandang laki2 itu "kamu suka sama Pam ya??" Tanya Elly aku yg gelagapan hanya menggeleng dengan muka merah mengundang tawa renyah Elly "dia udah putus loohh sama Nesya" aku lansung menoleh ke arah Elly "benarkah?kapan?kok aku gak tau?" Ucapku beruntun dan tawa elly semakin berderai aku hanya menunduk malu karna ketahuan oleh sahabatku itu "coba deh kamu ungkapin perasaan kamu Airy.." kata Elly serasa membuat aku langsung menatapnya "jangan gila deh Ell mana mau dia sama cewek kayak aku...melihat pun tak akan sudi"kataku sambil cemberut yg membuat Elly terkekeh geli "apa salahnya...emang kenapa dengan kamu Ar?kamu cantik kok putih dengan rambut sedikit pirang" jelasnya "kamu hanya butuh percaya diri Airy sayaaangg"tambahnya lagi dan aku hanya melengos saja "aku gak secantik kamu Ell,badan langsing rambut lurus kulit bersih..sedangkan aku gendut kucel...mana mau dia sedangkan mantan2 dia semua cantik2 banget Ell"jelasku panjang lebar semakin membuat Elly terkekeh "ke salon mau gak buat lurusin rambut kamu?"tanya Elly "Aku juga pengen sih pernah di tawarin juga sama mamaku dulu tapi takut tar rambut jadi rusak lagi"terangku Elly terkekeh sambil menjawab "kamu kira kakak jelas kita semua itu gak di lurusin apa rambutnya?kita tinggal pilih perawatan yg bagus Airy sayaaanggg..."ujar elly padaku sambil tersenyum lembut aku merasa dia benar2 sahabatku karna selalu mensuportku "ya udah deh tar pulang sekolah aja yaaa?"ujarku dan mendapat sentilan di dahi "ngelurusin rambut tuh butuh waktu yg agak lama bisa 3 sampai 4 jam Airy...kalo kita ke salon nanti kita bisa pulang larut malam"teriaknya aku hanya meringis sambil memegang dahi ku yg terkena jitakannya "hari minggu kita berangkat bersama karna aku juga mau perawatan" imbuh elly sambil berkata riang dan bel masuk sekolah pun berbunyi "baiklah hari minggu kita pergi bersama..ayok bel udah bunyi nih" kataku sambil menarik tangannya untuk berdiri.