saat jam makan siang tiba Melisa menghampiri ruangan ku yg bersebelahan dengan ruangannya "makan di luar yuukk...kita harus makan yg enak buat ngumpulin tenaga agar semangat untuk lembur" kata Melisa sedikit meracau dan aku yg sedikit kasihan dengannya hanya menurutinya saja dan Melisa meminta agar dia saja yg menyetir dan memilih trmpat makan mana yg menurut dia 'makan enak' itu
Kami berhenti di depan restauran yg lumayan besar dan ramai saat jam makan siang seperti ini dan setau ku tempat ini lumayan mahal menurutku hanya untuk sepotong steak tenderloin bisa seharga 500ribu per potong dan menurut Airy itu sama sekali tidak mengenyangkan "ngapain sih Mel makan di sini gak bikin kenyang yg ada bikin miskin tau gak?" kataku sambil mengomel ke Melisa
"udah ikut aja kali ini aku yg traktir" katanya sombongnya "kamu dapet uang darimana Mel?" tanyaku tak di hiraukan olehnya
kita memilih duduk di lantai atas dengan suasana terbuka dengan semilir angin.
tak berapa lama pelayan menghampiri kami dan menanyakan pesanan kami dan Melisa memesan wagyu signature rib eye sedangkan aku memesan wagyu signature sirloin dengan tak lupa minuman kami.
setelah sekitar 15 menit menunggu akhirnya pesanan kami datang dan terlihat sangant menggugah selera "akhirnya aku bisa menikmati lagi makanan ini" seru Melisa dengan mata berbinar "Mel gak usah norak di liatin orang" bisikku.
kami makan sambil membahas pekerjaan dan tentu saja bergosip tentang sesama karyawan dan banyak hal.
Aku sangat nyaman berteman dengan Melisa sejak dulu, dia lebih dulu bekerja di perusahaan itu dan 2 bulan kemudian aku masuk dan dia orang pertama yg menyapaku saat makan siang sejak saat itu aku berteman dengannya.
Sebenarnya sejak sahabatku dulu menghianatiku aku sedikit was2 dengan orang baru tapi ku pikir dulu mungkin kami masih sama2 egois dan belum bersikap dewasa dan menurutku Melisa bukan orang seperti dia entah insting dari mana tapi aku yakin lagipula tidak ada alasan kenapa Melisa akan menghianatiku seperti dia.
Setelah 1jam lebih kita makan akhirnya kita kembali ke kantor dengan sedikit terburu buru karna waktu sudah mepet sekali untung saja hari ini hari jum'at sehingga waktu istirahat kami sedikit lama,
setelah memarkir mobil kita berdua langsung bergegas kembali ke ruangan dan saat kami menunggu lift melisa memanggil seorang OB yg kami kenal dan memintanya untuk membelikan kami beberapa makanan dan minuman untuk bekal kita lembur nanti malam.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 saat aku mematikan komputerku aku dan beberapa temanku sepakat hari sabtu besok kami akan datang ke kantor lagi untuk melanjutkan pekerjaan yg tinggal sedikit.
aku menghampiri ruangan Melisa dan dia juga terlihat baru saja berjalan menuju pintu sambil menguap dan mengucek matanya
"mau makan?" tanyaku dan hanya di jawab angguk an oleh Melisa.
Kami membeli nasi goreng dan langsung memakannya di tempat agar setibanya di rumah kami bisa langsung istirahat.
"Aku dan tim ku besok akan lembur di kantor bagaimana denganmu?" tanyaku pada Melisa "aku juga akan lembur dengan tim ku,apa boleh buat ini permintaan langsung dari pak Andreas" kata Melisa "iya hitung hitung sebagai balas budi kita karna selama ini beliau sudah sangat baik kepada kita" kataku dan di angguk i oleh melisa.
Selesai makan kita langsung pulang setibanya di apartemen aku langsung mandi dan berganti pakaian yg nyaman celana panjang dan kaos gombrong sangat nyaman untukku saat tidur dan memasang alarm jam 7 karna kami berjanji akan berkumpul di kantor puku 9 pagi aku menguap dan lalu terlelap.
Seorang laki-laki memakai setelan jas lengkap berdiri di depanku sambil tersenyum memandang ku "aku merindukanmu.."
"udah gendut kriting jelek hidup lagi..." kata anak laki laki itu di ikuti tawa oleh teman temannya.
aku terbangun dengan keringat mengucur di seluruh tubuhku "kenapa mimpi ini datang lagi" lenguhku dan ku lihat alarm ku sudah berbunyi aku bergegas bangun untuk ber siap siap.