Eliana memasuki ruang kelas dengan sikap yang dingin dan misterius. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun saat dia melihat siswa lain yang sedang berbicara dan tertawa. Profesor Elara memperkenalkan Eliana kepada siswa lain dan menjelaskan bahwa Eliana memiliki kemampuan sihir yang unik.
Pelajaran pertama dimulai, dan Eliana memperhatikan dengan seksama. Dia tidak menunjukkan kesulitan dalam memahami materi, tetapi dia tidak menunjukkan antusiasme apa pun. Siswa lain memandangnya dengan rasa ingin tahu, tetapi Eliana tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Saat pelajaran berlangsung, Eliana memperhatikan dengan seksama. Dia tidak berbicara dengan siswa lain, tetapi dia tidak menunjukkan rasa tidak nyaman apa pun. Dia hanya memperhatikan pelajaran dengan mata yang dingin dan misterius.
Setelah pelajaran selesai, Profesor Elara meminta Eliana untuk bertemu dengannya di ruangannya. Eliana mengangguk dan mengikuti Profesor Elara ke ruangannya.
"Eliana, saya ingin membicarakan tentang kemampuan sihir kamu," kata Profesor Elara dengan suara yang lembut. "Saya percaya bahwa kamu memiliki potensi besar, tetapi saya juga ingin memperingatkan kamu bahwa ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai."
Eliana memandang Profesor Elara dengan mata yang dingin dan misterius, menunggu untuk mendengar apa yang akan dikatakan selanjutnya.
"Apa yang perlu saya waspadai?" tanya Eliana dengan suara yang datar.
"Beberapa siswa di akademi ini tidak ramah terhadap siswa baru," kata Profesor Elara. "Mereka mungkin akan mencoba untuk menguji kemampuan kamu. Saya ingin kamu berhati-hati dan tidak terlalu percaya diri."
Eliana mengangguk, tidak menunjukkan reaksi apa pun. Dia tidak menunjukkan rasa takut atau kekhawatiran, bahkan tidak menunjukkan rasa ingin tahu tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.