Penantian Lavina sudah berakhir karena Devandra sudah datang, Lavina bergegas keluar untum memghampiri Devandra agar tidak kena omel oleh Devandra karena lama.
“Hey!” sapa Lavina.
“Masuk!” jawab Devandra.
Lavina yang melihat wajah Devandra tidak ceria merasa canggung, pasti suasana hari ini tidak akan seperti kemaren.
“Lu kenapa?” tanya Lavina.
“Kenapa apanya sih! Ini kita mau kemana?” tutur Devandra.
“Ke toko buku! Mau beli buku psikolog! Muka lu kenapa? Lagi bete lu?” papar Lavina.
“Toko buku yang di mana? Toko buku itu banyak!” ketus Devandra.
“Ga bete, orang biasa aja!” ujar Devandra berusaha menutupi.
“Ya yang dimana aja! Gua mah mau ke toko buku aja!” kata Lavina.
“Biasa aja dari mana! Orang muka lu itu keliatan banget kalo lagi bete!” kekeh Lavina.
“Yaudah bearti terserah