Lavina duduk termenung di sebelah kasur Devandra memandangi Devandra dengan rasa yang sangat sedih, rasanya separuh hati Lavina ikut hancur berserakan menerima kenyataan bahwa seseorang yang sangat di cintainya terbaring di kasur rumah sakit.
Lavina menelfon seseorang di rumahnya untuk memberitahu jika Lavina hari ini tidak pulang, karena harus menjaga Devandra yang terbaring di kasur rumah sakit.
Dengan perasaan Lavina yang masih bercampur aduk, Lavina menguatkan dirinya untuk terlihat kuat saat menelfon ibunya, Lavina mengambil ponsel di kantongnya mencari nama mamah di ponselnya.
Setelah menemukan nama tersebut Lavina menekan tombol yang bergambarkan gagang telfon, deringan telfon mulai berdering tidak lama kemudian panggilan tersambung.
“Hallo buk!” panggil Lavina dari telfon.
“Iy