Otak Garvi terus berfikir mengigat-ingat karakter karyawannya di caffe karena terlalu asik mengigat sikap-sikap karyawan fikirannya tentang Aurora lewat di kepalanya membuat Garvi senyum-senyum sendiri namun ketika ingat kejadian hari ini membuat emosi Garvi kembali lagi.
“Aish kenapa juga ingatan tentang manusia nyebelin itu harus lewat! Udah bener-bener mikirin karyawan, malah orang itu!” ucap Garvi kesal.
“Ah males lah, jadi kesel! Hayo kita fikirkan lagi siapa yang bakal kita jadiin penanggung jawab disini! Hayo berfikir!” ucap Garvi memaksa otaknya.
Garvi berusaha semaksimal mungkin memikirkan seseorang namun ingatan tentang Aurora selalu menganggu sampai akhirnya Garvi menyerah, Garvi tidak bisa membohongi dirinya karena lelah melawan perasaan itu akhirnya Garvi membiarkan fikiran