Bagas hanya memiliki dua hari untuk membatalkan pembekuan aset Orion.
Perintah hakim melarang Altair memindahkan saham, menggunakan dana perusahaan di luar operasional rutin, atau mengumumkan ahli waris sebelum pengelola sementara ditetapkan. Jika Yayasan Adikara mengambil posisi itu, Rukmini dapat mengendalikan dokumen dan saksi meski sedang diperiksa polisi.
'Mereka memakai pengadilan untuk menyelesaikan apa yang gagal dilakukan Hadar,' kata Andra.
Bagas membentuk dua tim. Tim hukum menyusun permohonan pembatalan berdasarkan konflik kepentingan hakim. Tim forensik menyiapkan garis waktu DNA, rekening P-01, dan rencana Dua Pewaris. Semua bukti harus diserahkan melalui jalur resmi agar tidak dianggap hasil pencurian atau tekanan keluarga.
Altair ingin membayar seluruh biaya dari rekening pribadinya, tetapi rekening itu ikut dibekukan. Andra menawarkan dana perusahaannya. Bagas menolak karena lawan dapat menuduh perusahaan rintisan Andra dibiayai aset sengketa. Agni mengusulkan menggunakan dana kantor hukum dengan perjanjian pembayaran setelah perkara selesai.
'Mereka ingin kita panik dan mencampurkan semua kepentingan,' katanya. 'Kita justru harus memisahkannya.'
Di rumah sakit, Cygnus sadar setelah operasi. Peluru sudah dikeluarkan, tetapi bahunya harus dioperasi lagi. Damar mengambil keterangan singkat. Cygnus mengakui perusahaan cangkangnya pernah menyalurkan dana kepada Hadar tanpa memeriksa penerima akhir.
'Kesaksian saya dapat membatalkan perintah hakim?' tanyanya.
'Dapat membantu, sekaligus menjerat Anda,' jawab Bagas.
'Gunakan.'
Arka mendengar dari dekat pintu. Ia tidak memuji keputusan itu. Mengatakan kebenaran setelah tertangkap keadaan bukan pengorbanan, melainkan kewajiban yang terlambat.
Selena dipindahkan ke Jakarta dengan perlindungan medis. Ia belum siap bertemu Cygnus, tetapi bersedia memberi keterangan tertulis tentang ancaman Laras dan Hadar. Cempaka membantu berkomunikasi melalui papan tulis. Kedekatan mereka tumbuh dari cara yang sama-sama hati-hati menyentuh ingatan tentang Maya.
Rukmini ditahan di lokasi terpisah. Ia menawarkan daftar kata sandi jaringan dengan syarat identitas barunya dilindungi. Damar menolak syarat itu. Ratna Seta adalah identitas palsu yang dipakai mengendalikan yayasan; membiarkannya hidup dengan nama tersebut berarti mempertahankan salah satu alat Polaris.
'Kalau begitu saya tidak bicara,' kata Rukmini.
'Kami sudah memiliki jurnal Laras dan data pembayaran.'
'Kalian punya nama. Kalian tidak tahu tombol mana yang masih aktif.'
Damar meninggalkannya tanpa tawar-menawar. Beberapa jam kemudian, satu tombol terbukti aktif: portal berita menerbitkan video editan yang menunjukkan Andra membayar Arka agar mencabut klaim. Rekaman asli berasal dari pertemuan kantor hukum, tetapi kalimatnya disusun ulang.
Ratih meminta Arka dan Andra tampil bersama. Andra setuju hanya jika Arka tidak dipaksa mengumumkan hubungan dengan Cygnus. Arka memilih bicara atas namanya sendiri.
Mereka berdiri di depan kamera tanpa Altair. Arka menjelaskan bahwa dirinya memang berdarah Orion, tetapi bukan putra Auriga. Ia menunjukkan hasil DNA independen dan menyatakan seseorang telah memakai pencariannya terhadap orang tua kandung untuk menyerang Andra.
'Saya bukan pewaris Altair Orion,' katanya. 'Saya juga bukan penipu. Saya korban pemalsuan yang sama.'
Andra tidak mengumumkan statusnya. Ia hanya meminta publik menilai bukti yang sudah diperiksa, bukan potongan video anonim.
Pernyataan itu mengubah arah pemberitaan. Untuk pertama kalinya, rencana Dua Pewaris kehilangan bahan bakarnya karena keduanya menolak saling menghancurkan.
Pada malam pertama, Bagas menemukan celah. Hakim yang membekukan aset pernah menjadi anggota dewan penasihat Yayasan Adikara, tetapi hubungan itu tidak dicantumkan dalam putusan. Bukti berasal dari laporan tahunan lama yang disimpan perpustakaan nasional, bukan arsip Orion, sehingga sulit dibantah sebagai rekayasa keluarga.
Permohonan pembatalan didaftarkan pukul sebelas malam. Sidang darurat dijadwalkan esok pagi.
Sesaat sebelum semua orang beristirahat, sistem Orion mengirim pemberitahuan: seseorang menggunakan tanda tangan digital Altair untuk menyetujui pemindahan saham ke Yayasan Adikara.
Transaksi dijadwalkan otomatis tepat ketika sidang dimulai.
Pemeriksaan tanda tangan digital dilakukan tanpa mematikan server. Ahli menemukan transaksi memakai otorisasi berlapis yang biasanya membutuhkan persetujuan Altair dan kepala keuangan. Persetujuan kedua berasal dari akun pejabat yang sudah meninggal dua tahun lalu. Sistem tidak pernah mencabut sertifikatnya karena Pramana menandai akun sebagai kebutuhan audit. Kelemahan itu membuat perintah palsu terlihat seperti keputusan sah dua pimpinan. Bagas meminta setiap langkah disaksikan auditor independen supaya temuannya dapat dipakai esok hari.
Di tengah pekerjaan, Altair meminta bicara empat mata dengan Andra. Ia ingin mengumumkan hubungan darah mereka sebelum sidang agar lawan tidak terus menyebut Andra orang asing. Andra menolak karena pengumuman yang dibuat akibat ancaman akan terasa seperti Polaris masih menentukan waktu hidupnya. Ia ingin namanya diakui setelah Arka dan Selena aman, bukan untuk menyelamatkan saham. Altair sempat kecewa, lalu menyadari dirinya kembali menyamakan keluarga dengan perusahaan.
Agni menghubungi tim perusahaan rintisan Andra dan meminta mereka menyiapkan pernyataan bahwa operasional tidak memakai fasilitas Orion. Para pegawai menyetujui audit sukarela. Investor kecil yang semula panik memilih bertahan setelah melihat pemisahan rekening. Langkah itu tidak menyelesaikan gugatan, tetapi menutup jalan bagi tuduhan bahwa Andra sudah menikmati aset yang belum pernah ia klaim.
Dini hari, Arka menemui Andra di ruang kerja. Ia mengaku takut pernyataannya dianggap dibuat karena Cygnus membayar. Andra menyarankan Arka menerbitkan profil genetik mentah melalui ahli independen, bukan meminta publik percaya pada wajahnya. Arka setuju. Dua lelaki yang seharusnya dijadikan lawan itu menghabiskan satu jam menandai dokumen bersama, mengubah bukti yang dirancang memisahkan mereka menjadi pertahanan bersama.
Menjelang pagi, Bagas mengadakan simulasi sidang. Ia meminta Altair menjawab sebagai pemilik perusahaan, Andra sebagai pihak yang dituduh mengambil keuntungan, dan Arka sebagai orang yang identitasnya dipakai. Setiap jawaban emosional dipisahkan dari fakta yang memiliki dokumen. Latihan itu terasa dingin, tetapi mencegah mereka terjebak pertanyaan lawan. Ketika Bagas bertanya apakah Andra menganggap dirinya pemilik Orion, Andra menjawab bahwa hubungan darah tidak otomatis memberinya hak mengabaikan hukum dan pekerja lain. Arka menambahkan bahwa hasil DNA tidak boleh menjadi alasan memperlakukan manusia sebagai saham. Bagas menyimpan kalimat mereka bukan untuk pertunjukan, melainkan sebagai batas agar strategi hukum tidak kembali mengubah keduanya menjadi simbol.