Altair langsung dipindahkan dari rumah utama. Dokter memeriksa makanan, obat, dan alat medisnya. Tidak ditemukan racun, tetapi salah satu kapsul jantung telah diganti dengan obat yang dapat menurunkan tekanan darah secara berbahaya.
Mita mengingat Surya dahulu menyusun kotak obat mingguan. Setelah pensiun, tugas itu diambil alih perawat kontrak dari yayasan kesehatan. Perawat tersebut menghilang pagi itu.
'Hitung mundur mungkin jadwal pembunuhan atau waktu publikasi berita palsu,' kata Damar. 'Kita perlakukan sebagai keduanya.'
Server North memuat paket siap kirim: surat kematian, pernyataan dewan, dan wasiat palsu yang memberikan hak pengelolaan kepada Yayasan Adikara. Ada pula video Altair seolah mengakui Andra bukan cucunya.
Ratri menunjukkan video dibuat dari rekaman rapat selama bertahun-tahun. Jika tersebar bersamaan dengan kematian mendadak Altair, publik akan sulit membedakan kebenaran sebelum saham berubah tangan.
Altair ingin tetap muncul di depan umum untuk membuktikan dirinya hidup. Damar melarang siaran langsung karena dapat membantu penyerang menentukan lokasi. Agni menyarankan merekam pernyataan dengan surat kabar hari itu dan saksi independen, lalu menyimpannya jika paket palsu dilepas.
Andra tinggal bersama Altair di rumah aman. Untuk pertama kalinya mereka berbicara tanpa berkas di meja. Altair bertanya apakah Andra benar-benar menginginkan warisan.
'Saya menginginkan keluarga yang seharusnya saya kenal,' jawab Andra. 'Perusahaan itu tanggung jawab lain. Saya belum tahu apakah saya menginginkannya.'
Altair tidak kecewa. Ia mengaku selama ini menganggap menemukan Andra otomatis berarti mengembalikan pewaris. Padahal Auriga menyelamatkan anaknya agar dapat memilih nama sendiri.
'Kalau kamu menolak Orion Group, kamu tetap cucuku.'
Kalimat itu melepaskan beban yang tidak pernah Andra berani sebutkan.
Sementara itu, Agni dan Ratri memeriksa paket berita palsu. Metadata menunjukkan pembuat terakhir memakai perangkat di apartemen Surya. Polisi kembali ke sana dan menemukan Surya pingsan akibat overdosis obat. Ia diselamatkan, lalu mengaku seorang perawat datang membawa instruksi Hadar.
Deskripsi perawat cocok dengan Rukmini menggunakan penyamaran, tetapi Rukmini berada dalam tahanan. Kamera lorong memperlihatkan perempuan lain memakai wajah prostetik Rukmini.
Rendra mengidentifikasi topeng itu sebagai pesanannya yang terakhir. Pembelinya adalah Pramana, namun Pramana mengaku menyerahkannya kepada Mita.
Mita menghilang dari kantor.
Semua laporan kerja samanya ternyata dirancang untuk membuat polisi memercayainya. Ia memberi bukti cukup untuk menjatuhkan Pramana dan Surya, lalu memperoleh akses ke operasi pengamanan Altair.
Damar menelusuri ponselnya ke rumah aman lama yang sudah tidak dipakai. Di sana ditemukan seragam perawat, kapsul asli Altair, dan perangkat pemicu server North. Mita telah pergi, tetapi meninggalkan pesan untuk Rukmini:
*Guru yang baik seharusnya tahu murid terakhirnya.*
Rukmini akhirnya mengaku Mita adalah putri Maya. Cempaka terkejut; ia tidak pernah mengetahui memiliki saudara seibu. Maya melahirkan Mita saat remaja dan menyerahkannya kepada keluarga lain. Laras kemudian menemukan anak itu dan membesarkannya sebagai alat cadangan.
'Dia percaya Orion menyebabkan kematian Maya,' kata Rukmini. 'Hadar mengajarinya bahwa membalas dendam membutuhkan kesabaran.'
Cempaka meminta berbicara melalui saluran terbuka. Ia merekam pesan bahwa Maya mati karena mencoba membongkar Polaris, bukan karena melindungi jaringan. Ia menunjukkan buku doa dan kartu memori yang disimpan ibu mereka.
Hitung mundur tinggal satu jam ketika Mita menelepon Cempaka.
'Kalau Ibu ingin kita menjadi saudara,' katanya, 'kenapa dia tidak pernah mencariku?'
Cempaka menjawab jujur bahwa ia tidak tahu. Ia tidak menawarkan kisah indah untuk menutupi luka.
Pelacakan panggilan menemukan Mita berada di gedung pemancar berita. Ia berniat mengirim paket kematian secara manual meski server North disita.
Ketika polisi tiba, Mita berdiri di atap dengan pemicu di tangan.
Di layar kota, video palsu Altair mulai diputar.
Cempaka meminta Damar tidak menjanjikan kekebalan kepada Mita hanya karena hubungan darah mereka. Ia juga meminta penembak jitu tidak mengambil risiko selama Mita belum mengancam orang lain. Dua permintaan yang tampak berlawanan itu berasal dari prinsip sama: Mita harus tetap hidup untuk bertanggung jawab, bukan dibebaskan ataupun dihapus.
Di pusat siaran, teknisi berusaha memutus video tanpa merusak pemancar darurat. Paket palsu telah dijadwalkan berulang di puluhan akun media. Ratih mengirim sidik digital video asli Altair kepada redaksi sehingga mereka dapat mengenali versi sah. Universitas, lembaga pemeriksa fakta, dan kustodian saham ikut menerima verifikasi. Pertahanan informasi akhirnya dibangun lebih cepat daripada kebohongan menyebar.
Mita menelepon Hadar di tahanan melalui nomor perantara, tetapi polisi memblokir sambungan dan meniru nada tersambung. Ia mendengar rekaman lama Hadar menyuruhnya menyelesaikan operasi. Agni mengenali teknik suara orang mati yang sama: bahkan setelah ditangkap, Hadar menyiapkan potongan suaranya agar murid tetap bergerak. Damar memutar bukti itu kepada Cempaka melalui alat komunikasi. Ia menggunakannya untuk menunjukkan bahwa Hadar tidak sedang menunggu Mita; lelaki itu telah memperlakukannya sebagai perangkat otomatis.
Ketika Mita melihat buku doa, ia mengenali lipatan pada sampul yang dibuat Maya. Kenangan kecil itu lebih kuat daripada dokumen besar. Ia bertanya apakah Cempaka pernah mendengar Maya menyanyi. Cempaka menyebut lagu yang sama dengan yang diingat Mita. Untuk pertama kalinya, keduanya mempunyai sesuatu yang tidak diberikan Laras atau Hadar.
Rukmini mendengar nama Mita dan meminta diperbolehkan menelepon, tetapi Damar menolak. Hubungan mereka adalah bagian dari kendali yang membawa Mita ke atap. Sebagai gantinya, Rukmini menulis kronologi saat Laras menemukan bayi Mita, perubahan identitasnya, dan pelatihan yang diberikan Hadar. Dokumen itu dikirim kepada negosiator agar Cempaka mengetahui topik yang dapat memicu bahaya. Rukmini untuk pertama kali harus membantu tanpa mengarahkan percakapan atau menerima pengakuan. Ia duduk di ruang tahanan sambil menyaksikan akibat keputusan yang dahulu disebutnya perlindungan. Ketika video palsu mulai menyala, ia mengatakan Laras tidak pernah merencanakan seorang murid semuda Mita. Damar menjawab bahwa jaringan yang diwariskan tidak memberi pembuatnya hak memilih siapa yang terluka berikutnya.
Andra meminta petugas memastikan seluruh pekerja rumah utama mendapat pemeriksaan kesehatan. Racun mungkin sudah diberikan dalam dosis kecil sebelum hitung mundur dimulai. Dua petugas dapur menunjukkan tekanan darah rendah dan segera dirawat, membuktikan mereka pun korban uji coba jaringan.