Alura Carieska.Seperti namanya yang cantik seperti itulah identik Alura.Memliki wajah mungil dengan parasnya yang cantik dan menarik membuat seorang Alura mampu menghipnotis mata yang melihatnya.Jika yang melihat adalah kaum Hawa,maka mereka pasti iri akankecantikan Alura.Sementara,jika kaum Adam yang melihat Alura maka dapat di pastikan mereka akan langsung jatuh hati pada gadis mungil itu.
Tapi tidak dengan salah satu kaum Adam di depannya ini.Alura merasa jengkel sekaligus kesal.
"Davano Argiano"Alura meninggikan satu tangga nada suaranya yang menunjukkan bahwa ia benar-benar kesal sekarang.
"Hm"
Alura menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya yang berada di atas meja.Mencoba menarik nafas dan tenang.Untung saja keadaan kelas Vano kosong sekarang hanya menyisakan mereka berdua.
"Kak Vano denger gak sih Alura bilang apa?"
"Alura tuh suka sama kak Vano!"
"Terus?"Ucap Vano yang masih tetap fokus pada makanannya
"Terus?"
"Ya terus, Kak Vano cuma bilang gitu aja?Alura sekarang nyatain perasaan ke kak Vano.Kak Vano cuma bilang 'terus'?"Alura menggeleng-gelengkan kepalanya gak percaya.
"Udah selesai ngomongnya?"Ucap Vano dingin.Ia menghentikan aktivitas makannya dan mengahadap Alura penuh.
"Gue.Gak.Peduli!"Ucap Vano penuh penekanan.
"Sekarang Lo pergi dari kelas gue"usir Vano.
"Gak mau. Alura masih mau di sini!"
Tolak Alura mentah-mentah.Alura bahkan melewatkan jam istirahat hanya untuk ke kelas Vano.Ia bahkan semalaman merangkai kata-kata bagus untuk menyatakan perasaannya pada Vano.Tapi sungguh tega sekali ia di usir!
"Pergi gue bilang"
"Kak Vano ih... Pokoknya Alura gak mau pergi sebelum kak Vano balas perasaan Alura" kekeuh Alura
"Kalo Lo gak mau pergi,gue bakal seret Lo"
"Emang kak Vano tega seret Alura?Alura kan cewek lemah lembut,cantik,baik,pintar.Kak.."
Vano berdiri dan memegang pergelangan tangan Alura.Dengan kasar ia menarik tangan mungil tersebut dan menyeretnya tanpa berkata.
"Aw..sakit. Kak Vano itu tangan Alura sakit tau"Alura merintih kesakitan, pergelangan tangannya masih belum sembuh kemarin karna masalah hari itu, ditambah lagi tarikan kasar Vano.Benar-benar sakit!
Vano menghempaskan tangan Alura setiba di luar kelas.Banyak pasang mata yang kini tengah tertuju ke arah mereka.Bagaimana tidak,bel istirahat sudah berbunyi tadi. Otomatis pasti para siswa siswi SMA Galaksi akan kembali ke kelas mereka kecuali anak 'Geng Draco' kumpulan para Badboy itu.
"Udah gue bilang keluar"
Mereka semua berkerumun dan berbisik-bisik
"Kasian banget si Alura"
"Kasian sih tapi dia juga sih,udah tau Vano gak suka masih di kejar juga"
"Heran gue,Alura secantik itu masa si Vano gak suka"
"Lebih baik sama gua aja tuh si dedek Alura"
"Kak Vano kasar banget sama Alura"Alura memandang tak percaya ke arah Vano.Pergelangan tangannya sungguh sangat perih.Matanya memerah menahan air mata yang ingin keluar.
"Udah berapa kali gue bilang,gue gak suka sama lo!"
"Udah berapa kali juga Alura bilang,kalau Alura itu gak bakal nyerah sebelum kak Vano balas perasaan Alura"
"Terserah!"
Vano kemudian masuk ke kelasnya di ikuti murid yang lain dan menyisakan Alura.
Sementara Alura, bukannya masuk ke kelasnya ia malah berlari ke luar area sekolah.Untung saja ia mempunyai pintu rahasia,alias jalan rahasia yang di gunakan para Geng Draco untuk bolos.Anggap saja ia tertular oleh mereka hingga Alura nekat untuk bolos.
⭐⭐⭐⭐⭐
Semua pasang mata menatap takjub ke arah Alura,bahkan saking takjubnya ada dari beberapa mereka yang tersandung dan sebagian lagi meneguk salivanya.
Bagaimana tidak,Alura kini duduk di pinggir jalan,lebih tepatnya sedang makan nasi goreng dari penjual yang membawa gerobak nasi goreng dengan tulisan 'Nasi goreng masa depan' yaitu Kang Asep.
"Non Alura teh lapar pisan?"
Yups! Alura kini menjadi
raksasa yang bertubuh manusia. Kesuksesan bolosnya ia manfaatkan untuk mampir di warung Kang Asep dan makan.Perutnya sangat kelaparan sebab ia belum makan dari tadi malam di tambah ia tadi tidak sempat ke kantin dan malah ke kelas Vano yang menguras habis tenaga nya.
"Iya Kang,Alura lapar banget dari tadi malam belum makan"
"Nasi goreng Kang Asep mah enak pisan"ucap Alura menirukan logat Kang Asep
"Ya udah atuh pelan-pelan makannya"Ujar Kang Asep yang kembali melayani pembeli lainnya.
Alura memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya,memejamkan matanya dan menikmati setiap bumbu-bumbu yang menyentuh lidahnya. Masakan Kang Asep pantas diacungi dua jari,eh.. maksudnya dua jempol.
Ia meneguk air minum di gelasnya hingga tandas. Perutnya sudah terisi penuh sekarang. Lima piring nasi goreng buatan Kang Asep ludes ia lahap semua.
"Ini Kang uangnya Alura letak dia atas meja"ujar Alura dan beranjak dari tempatnya.
Alura menelusuri jalanan yang ramai akan kendaraan dan aktifitas penduduk.Ia berjalan di pinggir jalan seperti orang yang kabur dari rumah dan tidak punya tujuan. Tentu saja ia tidak punya tujuan,sebab ia tadi membolos secara mendadak. Pasti besok ia akan dipanggil dan masuk ruang BK.
Sekali-kali Alura menghitung mobil dan sepeda motor yang melintas, walaupun hanya sebentar. Alura juga mematuhi rambu lalu lintas walaupun di pinggir jalan, sungguh tidak punya kerjaan!
"Permisi" sapa seseorang kepada Alura
"Iya"
"Boleh minta nomor hp nya?"Cowok tersebut menjulurkan benda persegi panjang itu ke hadapan Alura.
Alura menautkan alisnya bingung. Sedetik kemudian ia tersenyum arti dalam hati
Nasib orang cantik mah gini,keluar sebentar langsung di embat batin Alura dalam hati.
"Maaf ya,Alura gak bawa hp.Alura juga gak ingat no hp Alura" ucap Alura sopan. Bukannya ia tak ingat no hp nya,hanya saja kita harus berjaga-jaga bukan?siapa tau aja nih orang ganteng di depannya bermaksud jahat padanya.
"Oh gitu"Cowok itu menyimpan kembali ponselnya.
"Boleh kenalan gak?"
Alura tampak berfikir sejenak...
"Em..... Boleh"
"Kenalin nama gue Revan" cowok yang bernama Revan tersebut mengulurkan tangannya ke depan Alura,kali ini murni dengan tangan kosong tanpa ada hp.
"Alura" balas Alura menerima uluran tangan cowok itu.
"Oh iya,btw Lo lagi ngapain disini?"Revan memandang sekitarnya.Sangat aneh seorang gadis yang memakai seragam sekolah berkeliaran di pinggir jalan.
"Alura bolos pelajaran terakhir"
"Ooo"
"Tapi maaf nih cantik,gue gak bisa nemenin Lo.Gue harus ke rumah sakit dulu"
"Lo gak papa kan gue tinggal?"
Alura menganggukkan kepalanya. Sebelum Revan menghampirinya ia kan sudah jalan sendiri dari tadi dan tidak terjadi apapun padanya.
"Lain kali kita ketemu lagi ya cantik. Hati-hati jangan sampai makan hati sama rayuan buaya darat yang liat Lo" ucap Revan dan meninggalkan Alura,tak lupa fly Kiss yang menutup percakapan mereka.
"Iya Revan"balas Alura pelan
Alura melanjutkan perjalanannya, satu jam lagi pasti murid di sekolahnya bakal pulang ke rumahnya masing-masing.Tetapi Alura masih tetap berjalan entah ke arah mana. Saat ini pikirannya hanya berisi Vano. Vano,si kakak kelas yang ia sukai dan kagumi.
Entah sudah berapa kali ia ditolak mentah-mentah oleh Vano. Sebisa mungkin Alura pasti akan menempeli Vano dan berharap hati cowok itu luluh akan perjuangan Alura.Dan ada yang salah dengan jalan yang di lalui Alura.Jika tadi ia masih mendengar bunyi kendaraan,kini tidak ada lagi,yang ada hanya suara angin yang dapat ia dengar.Jalan yang ia tapaki rasanya semakin sempit tak seluas tadi.
Alura tak mau tau,ia masih menunduk dan berjalan sesukanya. Astaga..ia masih sangat kesal dengan Vano yang membuat pergelangan tangannya perih tadi.
Alura berhenti mendadak. Ia memejamkan matanya dan menarik nafasnya kuat-kuat.
"ALURA KESAL BANGET SAMA KAK VANO. KAK VANO NYEBELIN BANGET"
"POKOKNYA ALURA SEBEL SAMA KAK VANO TITIK GAK PAKAI KOMA"
Alura masih memejamkan matanya setelah berkata seperti itu. Jari-jari mungilnya mengepal,tapi tidak terlalu kuat.
"Cantik"sapa seorang entah dari mana
Alura refleks membuka matanya terkejut. Darimana asal suara itu? Alura kembali menutup matanya, jantung nya berdebar ketakutan. Alura bisa membayangkan ia sedang berada di adegan film saat ini,dimana ia akan bertemu para bandit-bandit atau perampok yang akan merampoknya.
Ya Tuhan tolong selamatkan Alura
Alura melapalkan beberapa doa dalam hatinya berharap hal buruk tidak terjadi.
Seharusnya ia tidak memikirkan Vano dari tadi yang menyebabkan ia tersesat. Jika seperti ini apa Vano akan menolongnya? Jangankan menolong,ia saja tadi di usir secara manusiawi!
"Lo ngapain masih disitu?"
Suara bariton dan berat itu menusuk ke indera pendengaran Alura. Dengan mental yang kurang siap dan jantung yang berdebar,Alura menghadap ke samping dan membuka matanya secara perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah siluet seseorang.
Alura semakin membuka matanya hingga sempurna,ia meneguk ludahnya kasar saat seseorang menatapnya dengan tajam dan tatapan memuja dari beberapa orang di belakangnya. Alura kemudian menghadap ke arah berlawanan dan menemukan segerombolan siswa yang bisa di lihat dari pakaian mereka yang masih berseragam SMA.
Tangan Alura bergetar kecil,ia sangat takut,apalagi beberapa dari mereka membawa s*****a seperti kayu. Alura memandang ke kiri, kemudian ke kanan lalu satu menit lagi ia memandang ke kiri.
Sial! Alura saat ini berada di tengah-tengah lapangan luas di sebuah g**g perumahan kosong.
Namun bukannya semakin takut,Alura kini menarik nafasnya.
"Dedek cantik minggir sebentar dong. Abang ganteng mau tawuran dulu"ucapan tersebut mendapat sorakan mengejak dari semua.
"Diam!" balas Alura berani dan berkacak pinggang. Ia memandang seragamnya yang sama dengan seragam gerombolan sebelah kanannya.
"Kalian semua mau ngapain disini?"
"Mau jadi Superhero,buat nyelamatin bumi dan si cantik" celetuk salah satu diantara mereka.
Alura memijat pelipisnya kesal. Ada-ada saja jawabannya. Sepertinya ia di kutuk hari ini karna berurusan dengan para berandalan.
"BUBAR SEMUA ATAU ALURA LAPORIN KE POLISI" habis sudah suara lembutnya,kini ia harus memakai suara kasar untuk para berandalan yang bolos seperti dirinya juga.
"Ya ampun kasar bangat sih cantik"
"SATU........
DUA........
Alura berteriak keras
TIGA"
Mereka semua lari kocar-kacir. Bisa gawat jika mereka tertangkap nanti. Apa kata warganet yang akan menggosip tentang kenakalan mereka dan terdengar sampai ke telinga Ibunda tercinta mereka. Dengan terburu-buru mereka naik ke motor mereka dan langsung pergi.
Sungguh gerombolan berandalan bodoh! Alura kan gak bawa hp,bagaimana ia bisa melaporkan mereka ke polisi!
Kini tinggallah Alura dan satu gerombolan lagi yang diketahui mereka memiliki seragam yang sama. Ia mendekat ke arah mereka
"Ngapain kalian masih di sini?Sana pulang!" Usir Alura.
"Eh....dek Alura lama gak jumpa"
"Iya tuh,makin tambah bening aja"
"Mau coklat dek,Bang Dony ada nih kebetulan" cowok yang bernama Dony mengacungkan coklat di tangannya.
Dengan mata yang berbinar Alura hendak meraih coklat itu namun terhalang oleh seseorang di depannya.
"Eh si bos,kasih jalan dedek Alura nya"
Perintah itu tidak ia pedulikan.
"Minggir dulu,Alura mau ngambil coklatnya. Kan sayang nolak rezeki anak cantik" ucap Alura percaya diri.
Cowok tersebut tampak mengela nafasnya.
"Lo kenapa bisa disini?"
"Tadi Alura bolos,terus tersesat ke sini" jawab Alura jujur.
"Lo tau ini tempat apa?"
Alura menggelengkan kepalanya. Tentu saja ia tidak tahu jika ia tahu tidak mungkin kan ia bilang kalau tadi ia tersesat.
Cowok itu tersenyum
"Untung Lo ketemu sama gue. Biar gue kasih tau"
"Ini markas Geng Draco. Gak sembarang orang yang bisa masuk"
"Sekali Lo lewat dari sini,Lo udah ada di daftar hitam kami"
"Alura gak peduli" ujar Alura cuek. Ia hendak meraih coklat itu lagi,namun pergelangan tangannya kini ditarik namun tidak kuat.
"Aw.. sakit itu tangan Alura. Jangan tarik di situ lagi,tadi itu udah di tarik sama Kak Vano"
Cowok tersebut membawa Alura pada sebuah sepeda motor yang Alura tidak tahu namanya. Tapi di lihat dari bentuk nya yang besar dan mewah pasti harganya mahal.
"Naik"
"Ih..apaan sih. Alura tau kok kalau Alura cantik,tapi jangan di apa-apain"
Cowok itu menyentil kening Alura.
"Gue mau ngantar Lo pulang bodoh"
"Uda gue bilang Lo beruntung ketemu gue. Kali ini Lo gue maafkan karna lewat tanpa izin di area kami"
"Sekarang naik!" Cowok itu sudah menaiki motornya. Tubuh tegap dan wajahnya sangat menyatu dengan kerennya apa yang ia naiki saat ini. Defenisi cowok tampan!
"Gak ah. Alura mau ambil coklatnya dulu"
"Besok gue beliin coklat,kalau perlu pabrik nya juga sekalian. Sekarang Lo mending naik daripada gue berubah pikiran"
"Janji ya besok beliin Alura coklat"
"Iya gue janji,cepetan naik atau Lo benar-benar gue tinggal di sini. Asal Lo tau ya di sini tuh daerahnya gak ada orang,habis dibawa setan semua" ucap cowok itu bohong pada kalimat akhirnya. Mana bisa setan membawa manusia bukan?
Mendengar kata setan,Alura langsung naik.
"Cepat buruan! Alura gak mau ya di bawa setan sebelum Alura dibawa ke KUA sama kak Vano"
Cowok itu menggelengkan kepalanya. Tanpa berbicara lagi ia menjalankan motornya dan menyelamatkan si Cantik dari bawaan setan alias godaan setan anak buahnya! Sementara Alura tidak tahu bahwa ia adalah sang Raja nya yang dapat di pastikan bahwa ia akan terperangkap dalam
'Godaan Sang raja setan yang tampan'
Cowok itu tersenyum miring di tengah-tengah perjalanan saat ia mengantarkan Alura.
Terhanyut tidak ingin untuk sesaat
Mendekati sebelum memulai dan
Tersakiti sebelum memiliki
Argaskara dan Alura
BluLu Love
*•* Haiii...
Salam kenal dari saya Blu
Jadi ini tuh cerita pertama Blu,yang bakal Blu kerahkan semua usaha Blu.Kalau ada kesalahan kata atau typo mohon maaf ya. Kalau Gaje juga harap maklum,tapi Blu udah berusaha untuk membuat bagus supaya nyaman di baca.
Untuk menghargai usaha Blu,jangan lupa Vote,share dan coment ya
Ikutin dan pantengin juga sosial media Blu,karna bakal banyak spoiler-spoiler cerita
'Alura Carieska' di sana
Ig:@blulu_entertaiment
Fb:BluLu Love
YouTube:Blulu Love