Raka pulang bersama orang tuanya malam itu. Sama sekali tidak ada kesenangan dalam liburan keluarga yang direncanakan ayahnya itu. Malahan, Raka merasa sangat lelah dan tidak nyaman. Raka tidak berharap banyak dengan rencana tiba-tiba yang digagas oleh ayahnya, namun setidaknya Raka berharap ada sesuatu yang baik terjadi di antara mereka. Sayang sekali, sepertinya tidak ada.
“Raka, kau benar-benar tidak ingin tinggal dengan kami?” Ulang Karsa untuk ke sekian kalinya.
Raka menghela napas. “Tidak.” Jawabnya singkat.
Raka mendengar helaan napas panjang dari ayah dan ibunya. Jujur saja ia merasa bersalah, namun Raka sudah tidak berminat untuk bersama mereka.
Mobil yang dikendarai oleh mereka tiba di kediaman Raka hampir tengah malam. Setelah bergegas membereskan barang-barangnya dengan di