Di dua ruang berbeda membicarakan hal yang sama. Satu pergi, satu menanti. Tidak pernah ada yang sama di muka bumi. Segalanya hanya nampak serupa. Satu bersolek, satu pesolek. Yang sama hanyalah membicarakan cinta. Ada yang cinta pada diri sendiri, ada pula cinta yang terlempar pada keadaan di luar diri. Satu berduka, satu bahagia. Berbeda timbul tenggelam dalam harapan. Kemudian, satu persatu merasa pantas hingga semuanya berbicara.
“Halo, maaf sudah menunggu lama. Perkenalkan saya Raka, kalian boleh panggil nama saya saja atau dengan kata sapaan lain. Bisa kita mulai langsung saja wawancaranya. Apa yang hendak kalian ketahui dari kami?” ujarku tanpa basa basi kepada dua orang wartawan yang menunggu di ruang pertemuan kantor entah untuk berapa lama.
Wahyu bersama kedua pewa