hujan gerimis sedari pagi tak kunjung reda sepasang kaki dengan high heel tinggi terus mondar mandir tak karuan didepan jendela kaca besar.
"ibu" terdengar suara anak kecil memanggil wanita tersebut.seketika wanita itu terperanjat dari kegelisahan yang dari tadi ia rasakan."iya sayang" jawab wanita itu. "apakah kita jadi pergi berlibur bu?" tanya anak kecil itu pada ibunya."iya sayang kita hanya menunggu ayahmu datang menjemput kita sebentar lagi".jawab wanita itu."ibu aku akan membawa bonekaku yang ini saja saat berlibur nanti" celoteh anak tadi kepada ibunya."iya sayang nanti akan ibu belikan yang banyak ditempat baru kita nanti" jawab wanita tersebut menenangkan anaknya.sepertinya ini bukan suatu liburan biasa tapi ada hal besar yang akan terjadi.
"Ros rosa!" terdengar suara seorang laki laki dari luar rumah terdengar sedikit cemas memanggil.rosa yang tak lain adalah wanita ibu anak kecil tadi pun segera keluar menemui sumber suara. "tidak ada waktu lagi kita akan berangkat sekarang, kita akan lewat pelabuhan saja aku sudah menyiapkan beberapa yang akan kita perlukan nanti segera bawa renada masuk kemobil kita harus bergegas". ucap laki laki yang adalah atah dari renada suami rosa.rosa hanya mengangguk dan segera membawa renada kemobil.
suasana didalam mobil sedan yang melaju kencang sedikit menegangkan ditambah gerimis yang tak kunjung reda semakin menambah suasana tak karuan .
tiba tiba disuatu jalanan sepi datang beberapa mobil memepet mobil keluarga renada.rosa yang melihatnya pun panik."bagaimana ini sayang?" tanyanya pada suaminya."tidak apa aku akan mengatasinya" jawab lelaki itu sambil menambah kecepatan mobilnya.
merasa sudah jauh dari mobil mobil yang mengejarnya ia sedikit memelankan mobilnya karena melihat renada ketakutan. #dor!!# suara tembakan yang tepat mengenai salah satu ban belakang mobil mereka seketika mobil pun oleng suara teriakan dan jeritan pun tak terhentikan "ibu ibu aku takut!!!" ucap renada dari kursi belakang.untungnya ayah renada berhasil mengendalikan mobil dan akhirnya menghentikan mobilnya. ia pun menenangkan anak dan istrinya "tenang dengarkan kataku apapun yang terjadi tutup pintu mobil jangan keluar ok!" tegasnya kepada istrinya itu.lalu ia pun keluar sambil membawa sebuah pistol ditangannya."sayang bisakan kamu mendengarkan headphone mu sekarang ibu mohon okay dengarkan lagu kesukaanmu ya" ucap rosa kepada putri kecilnya itu.renada hanya mengangguk dan segera memakainya.
diluar mobil ayah renada sudah bersiap membidik beberapa orang yang sedari tadi menghalanginya.suasana diluar mobil tak karuan suara tembakan demi tembakan tak henti hentinya terdengar.ayah renada yang memang ahli dalam menembak berhasil menembak beberapa orang dari mereka dan membuat mereka mundur. ayah renada pun menurunkan pistolnya dan berjalan menuju anak dan istrinya tapi saat berbalik arah menuju mobil tiba tiba #dor dor dor dor!!# beberapa timah panas menembus d**a dan kepala ayah renada ia pun tersungkur tak berdaya.
rosa yang melihat itu pun segera meminta renada untuk tetap dimobil dan mengunci pintu lalu bersembunyi dibawah sedangkan rosa tak kuasa melihat lelaki yang amat ia cintai itu tersungkur tak berdaya ia pun keluar menghampiri ayah renada."sayang sayang kumohon jawab aku!! bertahanlah!! ucapnya sambil meletakkan kepala lelaki yang ia cinta itu dipankuannya.
"ro rosa maafkan aku karena tidak bisa menjagamu dan renada" ucap ayah renada sesaat sebelum ia terkulai tak bernyawa.
rosa pun menangis sejadi jadinya sambil memeluk tubuh ayah renada.tapi tak sampai ia menemui renada lagi sebuah peluru lain melesat kekepala rosa.
dan didalam mobil renada yang menagis ketakutan pun memberanikan diri melihat keluar mobil dan ia melihat kedua orang tuanya sudah terbaring tak bernyawa. "ibu ayah!!" teriak renada sambil menangis ketakutan.
setelah selesai menghabisi rosa dan suaminya orang orang suruhan itu pun pergi meninggalkan lokasi.
hanya tersisa tubuh rosa dan suaminya terkulai dijalanan gerimis serta renada yang tetap bersembunyi dimobil sambil menangis meratapi orang tuanya sudah tiada.