Di sebuah ruangan yang masih tertata rapi, di tengah remang cahaya tawa seorang pria menggelegar
"SIALAN. Kau.... IBLIS SIALAN!"
Pria itu hanya tertawa, seolah umpatan itu sudah biasa baginya. Dia mendongak menatap lelaki muda dihadapannya, ujung bibirnya terangkat
"Kebodohanmu sendiri mau bekerja sama dengan iblis sepertiku"
"Sialan....Kau akan menderita! Kau tak akan tenang!"
Sementara pria yang tak muda lagi itu nampak santai menggosok lubang telinganya seakan umpatan dan kutukan itu hanya debu baginya
"Kau ini sangat berisik, padahal ini sudah malam. Semua orang butuh ketenangan...."
Dia melangkah dan kembali mendongak
"Sampai jumpa di neraka"
Bersamaan dengan itu, anak buahnya yang tadi memegangi lelaki muda itu langsung menendang bangku yang menjadi pijakannya
.....
Keesokan harinya, banyak orang berkumpul. Hari ini adalah hari yang cukup memilukan, seorang pengusaha muda ditemukan gantung diri di apartemennya
"Padahal dia orang yang sangat baik, mengapa ia bisa bertindak begini?"
"Aku kasihan dengan tunangannya, padahal sebentar lagi mereka akan menikah"
"Kita memang tak pernah bisa menebak pikiran orang lain, bisa saja ia kelihatan sangat bahagia namun nyatanya memendam pilu yang teramat sangat"
Diantara riuh duka yang menyelimuti, beberapa orang dengan topeng pencintraan saling berjabat tangan. Satu lagi parasit yang berhasil mereka singkirkan.
Setelah pemakaman, pria berhati iblis dengan topengnya yang sempurna memasuki limousinenya diikuti oleh Asistennya . Jones
"Beritahu Tom untuk segera bersiap, aku akan ke Italia sekarang"
Asistennya tersebut mengangguk. Iya segera melaksanakan perintah atasannya untuk menghubungi pilot pribadinya. Sementara sopir pribadinya sudah melajukan limousine itu menjauhi area berkabung tadi
"Tadi nona menghubungi tuan"
"Apa tentang sekolahnya lagi?" terdengar nada tidak suka dari pertanyaan tersebut
Jones mengangguk "Sepertinya dia sudah lelah terus dipindahkan"
"Ck, anak itu padahal ini bukan pertama atau kedua kalinya dia pindah sekolah. Dia pasti mampu beradaptasi, suruh saja dia fokus pada misinya"
"Baiklah tuan, akan kusampaikan"
........