Kini Anna sedang duduk di cafe dimana dirinya sedang merenungi segala hal yang terjadi pada kehidupannya sekarang. Ia masih berusaha untuk mengerti bahwa kehidupan bahwa kehidupan dirinya kali ini benar-benar sulit. Semua hal masih terasa abu-abu baginya. Ia terlalu banyak membingungkan suatu hal hingga dia tidak tahu bahwa banyak hal lainnya yang perlu ia benahi. Alangkah baiknya jika Tuhan berbaik hati untuk mengambil dirinya. Melakukan hal apapun hanya untuk mendapatkan kebahagiaan setelahnya? Dia terlalu lelah untuk mengetahui bahwa sekarang dia harus bertopang pada seseorang yang sudah ia caci maki, pada seseorang yang dia inginkan tidak ada lagi di bumi karena kehadirannya adalah sesuatu yang membuatnya merasa diserbu oleh malapetaka yang begitu hebat sehingga dia sendiri tidak bisa