Alex mengeluarkan banyak senjata dan memberikannya pada Anna. Dia memberikan Jagdkomando pada Anna dan mengajari Anna memegangnya dengan benar. “Lo harus percaya diri ketika tangan lo melayangkan pisau ini pada lawan lo. Lo harus berani tatap mata dia ketika lo berhasil menancapkan pisau ini ke jantungnya. Paham?” tanya Alex dengan tatapan nyalang pada Anna.
“Apa gue bisa? Gue lumayan takut sama darah,” ujar Anna membuat Alex mengecup pelan pipi gadis itu. Anna sudah tidak kaget. Di sudah paham memang inilah yang harus ia terima dari semua hal yang akan dia lakukan.
“Sayang, ingat sakit lo bukan ingat belas kasihan lo pada dia. Anggap dia adalah orang yang akan menghancurkan dunia dan lo akan dengan mudah melakukan apa yang gue bilang ini. Apalagi senjata gue bukan senjata biasa. Ujung t