Udara di malam hari yang begitu sejuk membuat tubuh Anna merasa sedikit ringan setelah perdebatan antara dirinya dan Noel tadi siang. Pikirannya masih benar-benar buntu namun ia berusaha untuk menyegarkan otaknya dari banyak masalah yang sebenarnya dia tidak tahu intinya itu apa. Anna masih mencoba dan meraba maksud dari perkataan Noel yang mengatakan bahwa dirinya tidak perlu tahu apa yang terjadi di masa lalu dan hanya mengikuti alur yang ia ciptakan. Anna benar-benar tidak paham dengan pikiran pria itu yang tiba-tiba berubah sehingga menimbulkan pikiran negatif pada Anna. Anna seperti dipermainkan oleh takdir dan hidupnya seperti dirancang oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.
Kaki yang diajak melangkah sedari tadi tidak membuat dirinya kelelahan. Namun pikirannya yang membuat dirinya seperti orang linglung tidak tahu arah hingga dirinya sendiri seperti entah ingin pergi ke mana. Anna semakin bingung dengan kehidupannya. Ia sebenarnya hanya ingin fokus pada masa depannya dan kehidupan dirinya bersama dengan kakaknya. Namun, kejadian seperti ini tidak bisa ia tinggali juga. Karena entah kenapa dia juga merasa penasaran apa yang terjadi di masa lalu sehingga Noel bersusah payah untuk memberitahunya bahwa ada dosa yang seharusnya dia hilangkan agar hidupnya aman dan tidak diliputi dengan rasa bersalah hingga menimbulkan dirinya bereinkarnasi berkali-kali.
"Anna," panggil seseorang dari arah belakang. Anna sebenarnya takut dengan orang yang memanggilnya karena suaranya terdengar seperti suara pria. Namun, dia ingat bahwa dirinya punya keahlian beladiri sehingga dengan cepat Anna menengok ke belakang. Terlihat sosok pria yang sepertinya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda memakai topi fedora dan menutup tangannya dengan sarung tangan juga memegang sebuah tongkat bergambar tengkorak di ujungnya.
"Who are you," tanya Anna dengan suara datar karena jika dia ketakutan pria itu mungkin bisa saja melakukan tindakan guru kepadanya walaupun dia tidak tahu pria itu jahat atau tidak.
"You seem to be growing well. But honey, you lost a lot of memories." ungkap pria itu. Anna semakin bingung dengan pria itu sehingga ia memutuskan untuk memutar tubuhnya dan berbalik untuk pulang. Namun, suara pria itu kembali masuk ke dalam telinganya.
"You are not a holy human, Sehwa-ya. You also have sins that you must atone for. Don't say that you are the one who is hurt the most."
Suara itu mengalun dengan dinginnya angin yang semilir mengaung pada udara. Anna yang semula ingin memutar tubuhnya kembali pulang pada akhirnya berniat untuk meladeni perkataan pria itu. Bisa saja ada petunjuk yang bisa ia lakukan untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Saya tidak tahu anda berkata apa dan siapa yang anda ceritakan. Tapi, jika anda hanya ingin berbasa-basi dengan perkataan anda yang saya tidak tahu kebenarannya, saya permisi untuk undur diri dan berhenti menemui saya," ucap Anna untuk memberitahu pria itu bahwa dia tidak cukup punya waktu berbasa-basi dengan ucapan yang tidak tahu kebenarannya dan mengawang entah kemana.
"Kamu tau? Kamu juga memiliki dosa yang seharusnya bisa kamu tebus tapi kamu tidak melakukannya. Kamu tidak seharusnya seperti orang yang tidak tahu bahwa kamu memiliki kesalahan sehingga kamu juga terlahir kembali."
"Terlahir kembali? Saya bahkan tidak tahu saya terlahir kembali atau tidak. Saya tidak percaya dengan perkataan kalian yang mengatakan bahwa reinkarnasi itu benar-benar ada. Saya tidak percaya bahwa saya terlahir kembali dan harus menebus dosa seperti apa yang anda katakan. Dan katakan kepada para ilmuwan itu untuk berhenti melakukan penelitian seperti ini karena kalian sama saja menentang Tuhan."
"Menentang Tuhan? Apakah anda melihat kami melakukan tindakan yang merugikan agama?"
"Kalian membuat para manusia bingung apakah memang ada reinkarnasi itu terjadi? Dan saya mohon kepada kalian untuk tidak melakukan tindakan seperti ini lagi karena jujur saja saya tidak nyaman dengan perkataan dan pembicaraan yang kalian berikan kepada saya. Saya ingin sekali untuk melepaskan diri dari kalian yang sibuk mengatakan bahwa reinkarnasi itu benar-benar ada dan mimpi yang kami alami dari para manusia yang mengalami reinkarnasi itu adalah salah satu penyambung untuk kami mengetahui seperti apa diri kami di masa lalu. Jika kami mengetahui bahwa diri kami ada di masa lalu, untuk apa kalian sibuk-sibuk mencari tahu tentang kami manusia yang terlahir kembali?"
"KARENA KALIAN HARUS MENEBUS DOSA KALIAN!" teriak pria itu hingga Anna berjengit kaget. Ia bisa melihat warna mata yang dari tadi di tutupi oleh topi itu. Warna matanya warna-warni dan lebih dominan dengan warna pink. Perpaduan mata itu terlihat cantik tinggal sedikit menghipnotis mata Anna.
"Saya tidak tahu harus menebus dosa yang seperti apa. Tapi, jika saya bisa menebusnya apa yang akan saya dapatkan setelah itu?"
"Kebebasan Anna. Kamu akan mendapatkan itu. Bertaubatlah kamu dan minta maaf pada orang yang pernah kamu sakiti dulu. Kamu tidak bisa berpaling jika suatu saat kamu akan terlahir kembali dan akan mendapat siksaan yang lebih parah dari kehidupan kamu yang seperti sekarang."
Anna semakin pusing dibuat oleh pria ini. Namun entah kenapa ketika pria itu mengatakan bahwa dia telah menyakiti orang lain terdahulu, ada perasaan seperti tersakiti hingga membuat tetesan air matanya keluar tanpa ia cegah. Perasaan bersalah tiba-tiba merasuki dirinya hingga tak lama tetesan itu semakin keluar lebih deras dan mengalunkan isakan tangis yang tidak Anna ketahui penyebabnya.
Tiba-tiba saja punggungnya terasa hangat. Ada seseorang yang menyelimutinya dengan jaket. Bau khas pria itu sangat Anna hafal diluar kepala. Anna melihat pria itu menatap tajam pria topi fedora tersebut.
"Ken, saya sudah mengatakan bahwa kamu tidak berhak lagi untuk menekan kami agar meminta maaf karena kami sendiri juga tahu apa yang harus kami lakukan," ucap Noel dengan suara berat sarat akan kebencian. Anna tidak tau mengapa rasanya hawa di sekitarnya semakin dingin saat tatapan para pria itu tidak berhenti dan seringai di antara keduanya tidak menyelesaikan masalah yang terjadi. Anna berjalan perlahan hingga menggaet tangan Noel untuk tempatnya bertumpu.
"Sehwa. Kamu sebenarnya tidak berhak untuk bahagia di kehidupan manapun. Tapi, kamu adalah manusia yang entah kenapa dulunya seperti orang yang kerasukan iblis. Seharusnya kamu paham posisi kamu dan mulai mendekatkan diri pada Tuhan untuk meminta ampun atas dosa-dosa yang telah engkau lakukan. Dan Noel, kamu juga seharusnya meminta maaf pada orang yang pernah kamu sakiti dulu. Kalian semua memiliki dosa yang seharusnya bisa kalian terus tapi kalian tidak melakukannya. Kalian para manusia munafik yang merasa bahwa diri kalian adalah orang yang benar dan orang yang paling tersakiti. Jika setelah ini kutukan kalian berakhir dan kalian bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di masa lalu pada kehidupan sekarang, kalian tidak akan mengalami hal reinkarnasi kembali dan mengalami hal-hal sulit kembali. Ingatlah!"