"Hai sayang," ucap pemuda itu saat Anna merasakan pelukannya. Anna memejamkan matanya karena dia ketahuan. Sial, apakah dia ada memang tidak ada kepandaian untuk melakukan tindakan kriminal seperti ini?
"Anna, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Noel dengan tatapan menyelidik karena gadis yang ada di hadapannya ini mengendap-endap seperti seseorang yang akan melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Mata coklat itu mampu membuat Noel merasakan betapa cantiknya gadis di hadapannya ini. Ia ingin sekali memeluk dan mencium rakus gadis itu.
"Hai pecundang. Lagi ngapain? Lagi merencanakan untuk menghancurkan kehidupan seseorang lagi?" tanya Anna dengan tatapan mencemooh dan ingin sekali membunuh orang yang ada di hadapannya sekarang ini. Ia masih merasakan perasaan menggebu-gebu. Anna rasanya ingin menampar seseorang yang ada dihadapannya ini sekarang juga dan dia melakukannya.
plak
Tamparan itu seakan sudah sedikit memuaskan hatinya karena ia bisa melihat raut kemarahan dari seseorang yang ada di hadapannya itu. Ia menyeringai kemudian memberikan jari tengahnya kepada Noel. Ia bener-bener puas memberikan tamparan yang begitu kuat kepada pria songong itu. Kini, ia berjalan keluar ruangan yang berisi foto-fotonya. Ia tidak peduli bagaimana pria itu menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. Namun, kesempatan itu menghilang ketika pria itu menarik Anna kembali masuk ke dalam ruangan yang ternyata ada ranjang di dalamnya.
"Argh!" ringis Anna membuat Anna merasakan kesakitan karena dorongan yang mengarahkannya ke dinding.
Noel mencium Anna kasar. Ia memaksa gadis itu membuka mulutnya dengan meremas d**a Anna. Anna terpekik kaget namun hal yang ia dapatkan adalah dirinya yang mendesah karena bibir itu sudah melumat habis miliknya. Anna merasakan dirinya begitu menjijikkan kala bibir itu menyecap dengan rakusnya. Ia berusaha mendorong pria yang semakin jauh permainan tangan itu menjauh darinya. Namun, tenaga pria itu ternyata lebih kuat dari yang ia bayangkan sehingga yang ia rasakan sekarang adalah tangannya yang digenggam kuat bahkan lutut pria itu sudah berada di sela-sela pahanya. Anna kaget dengan perilaku pria itu ketika dengan sengaja ia menggesekkan lututnya pada daerah intim Anna. Anna menahan desahannya kemudian ia berusaha mendorong pria gila itu. And gotcha! ternyata berhasil.
Anna berusaha berlari dan menggapai pintu. Tapi keadaan tidak menguntungkan baginya karena pintu dalam keadaan kunci dan kunci tersebut berupa sidik jari yang dipastikan hanya sidik jari milik Noel lah yang bisa membuka pintu tersebut. Anna meremat tangannya kuat kemudian ia mendecih melihat pria yang sekarang sudah menatapnya dengan tatapan menyeringai dan wajah yang cukup menyebalkan. Anna rasanya ingin menampar pria itu kembali seperti tadi bahkan lebih kuat sehingga bisa saja rahang Noel lepas dari tempatnya.
"Sayang, permainan kita belum selesai sama sekali dan kamu sudah pergi? Kamu seharusnya tahu kamu sedang bermain-main dengan siapa. Kamu seharusnya bisa membuat diri kamu dalam posisi aman tapi kamu tidak menggunakan hak akses tersebut dan malahan melakukan tindakan seperti ini dan tentu saja itu merugikan dirimu sendiri. Aku awalnya hanya ingin berbincang sama kamu. Tapi, ternyata perbincangan bukanlah hal yang bisa mereka lakukan sekarang karena keduanya tengah berada dalam lautan emosi amarah dan tidak mau mengalah satu sama lain sehingga masalah tersebut tidak akan pernah terselesaikan sampai kapanpun jika keduanya masih memiliki ego tinggi yang sama.
"Pergi dari hadapan aku atau kamu sendiri yang akan tahu akibatnya," ancam Anna yang hanya membuat Noel tertawa keras. Tentu saja, bagaimana tidak? Seorang Noel yang bahkan hampir ditakuti oleh banyak orang tiba-tiba diancam oleh gadis yang bahkan tidak pandai memainkan pistolnya dengan benar. Noel ingin sekali tertawa lebih keras di hadapan gadis yang berada di bawahnya ini, namun, dia tidak menginginkan hal tersebut untuk sekarang sebelum kekalahan diterima oleh gadis tersebut.
"Kamu mengancam aku dengan perkataan yang seperti itu? Hei, Kamu harusnya tahu kalau kamu itu jauh di bawah aku. Kamu nggak akan bisa mengancam aku dengan perkataan yang seperti itu saja." ucap Noel dengan sarkas. "Anna, kamu itu hanya perlu menikmati permainan dan peran kita di kehidupan ketiga ini dengan hidup bersama aku. Tapi, sepertinya kamu suka bermain-main sehingga kamu memilih untuk menjadi orang yang membangkang seperti sekarang ini. Oke, aku bakal membantu kamu untuk menyelesaikan misi kamu itu." ucap Noel kemudian ia mencondongkan tubuhnya. Hendak mencium Anna. Namun, gadis itu malah membuang muka. Noel tak tinggal diam.
Kembali, ciuman itu menyatu sehingga Anna tidak bisa berlari dari pria yang tengah menciumnya dengan rakus. Anna mencoba untuk melerai kembali namun tidak bisa. Ia malahan entah kenapa semakin terbuai saat tangan itu mengelus punggungnya dengan lembut seperti elusan mamanya. Anna secara perlahan semakin mendekatkan dirinya dan mengalungkan tangannya di leher pria itu sehingga Noel semakin mengeratkan pelukan mereka. d**a Anna sudah sepenuhnya menyentuh d**a Noel. Rasanya kepalanya seakan berat saat ciuman itu semakin liar dan Noel mencium rahangnya.
"Ahh, Noel! Lo buat apa?" tanya Anna dengan nada tersentak saat tangan itu menjelajah masuk ke dalam bajunya. Gadis itu berusaha mendorong lagi sekuat tenaga pria yang ada di hadapannya dan kini menodongkan pisau kepada Noel. Anna seperti kehilangan akalnya ketika dengan mudah pria itu kembali menariknya dan menjatuhkannya di atas ranjang. Anna kini sangat ketakutan sehingga ia menutup wajahnya dengan tangannya. Gadis itu bahkan langsung berontak saat baju hitamnya di koyak habis oleh Noel.
"Mana sikap berani kamu beberapa menit yang lalu? Kenapa kamu sama sekali tidak melakukan apapun? Oh, sekarang kamu hanya bisa menerima saja? Kamu tidak bisa melakukan hal apapun kan? Aku sudah mengatakan berkali-kali sama kamu kalau kamu lebih baik menerima aku dan hidup bersama aku dan jauhi lelaki itu. Tapi, kalau kamu masih membangkang juga. Aku pastikan orang yang kamu anggap jujur dan pengasih itu akan mati dengan cara tidak terhormat alias sangat sadis." Noel tertawa lirih kemudian mengecup leher gadis itu. Anna mengerang tanpa sadar dibuatnya.
"Aku nggak akan pernah mau bersama kamu. Aku lebih baik mati daripada hidup bersama kamu ya bahkan udah menyakiti aku di masa lalu. Bukan memperbaiki diri kamu agar layak bersama aku, kamu malah membunuh kembali aku bukan dengan segala hal yang tajam, tapi cara kamu memperlakukan aku dengan tidak layak seperti ini. Kamu hanya bisa melakukan tindakan seperti ini sama aku untuk mempercayai segala pembicaraan yang kamu buat. Kamu hanya menginginkan aku mempercayai statement yang kamu punya tanpa kamu memberikan hal yang benar-benar nyata sama aku. Kamu sama aja seperti b******n!" sentak Anna dan air matanya jatuh meluruh.
"Anna, aku juga tidak ingin merasakan semua perasaan ini. Aku tidak ingin memaksakan kamu untuk mencintai aku disaat aku sendiri juga masih bingung dengan perasaan aku. Aku nggak pernah memaksa kamu untuk benar-benar jatuh cinta sama aku tapi aku mau kamu tau beberapa fakta yang mengejutkan agar kamu tahu apa yang terjadi di masa lalu. Tapi apa? Kamu bahkan gak pernah ngerti perasaan aku padahal aku takut setengah mati jika ada orang lain selain aku yang ingin mengambil kamu dari hidup aku. Semuanya kamu nggak anggap keberadaannya padahal benar-benar nyata. Kamu permainkan aku dengan begitu parahnya sehingga yang kamu lakukan sekarang adalah buat aku ada di posisi yang salah padahal pada awalnya aku maksa kamu dengan baik-baik."
"Kamu maksa aku dengan baik-baik? Setelah kita saling kenal waktu itu, kamu bahkan nggak menerangkan hal apapun sekalipun sama aku. Kamu malah memaksa aku untuk mengerti kamu yang bahkan aku sama sekali enggak pernah mengerti tentang reinkarnasi atau kehidupan yang harus aku perbaiki atas dosa-dosaku di masa lalu. Kamu membuat aku di posisi serba salah sehingga yang aku dapatkan apa? Nggak ada. Hanya ada pemaksaan, pemaksaan, dan seterusnya seperti itu sampai-sampai rasanya aku ingin bunuh diri karena aku sendiri juga nggak tahu apa yang kamu sampaikan. But, kamu memaksa aku untuk paham itu dan kamu nggak memberikan aku kesempatan untuk mengerti. Kamu orang yang paling egois yang pernah aku temui bahkan dari Virzha sekalipun."
"JANGAN SEBUT DIA ATAU DIA MATI?" sentak Noel dengan tatapan tajam. Anna sama sekali tidak takut dengan tatapan pria itu dan hanya membalas tatapan itu dengan tawa yang begitu mengejek. Anna sangat tahu bahwa pria ini mudah sekali dipancing emosinya sehingga yang terjadi sekarang adalah emosi itu terguncang dengan begitu kuatnya. Tangan Noel bahkan tidak segan-segan mengambil pistol dari balik bajunya kemudian menodongkan itu tepat di pelipis Anna.
"Oh, saya nggak pernah takut mati seperti anda. Jika Anda menembakkan peluru itu kepada saya karena saya membela kekasih saya, tembak saja. Saya akan membiarkan hal itu terjadi pada saya daripada saya hidup dengan anda yang pemaksa. Atau, anda yang juga pernah terlibat dalam kecelakaan yang terjadi kepada kedua orang tua saya." tukas Anna. Noel mengernyitkan dahinya heran.
"What do you mean?" tanya Noel.
"Maksud gue?" Anna mendorong pria itu hingga dia terlepas dari rengkuhannya. Ia berdiri dan menatap nyalang pada pria yang ada di hadapannya ini. Oh, lihatlah betapa tidak bersalah nya pria itu padahal dia sudah mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi.
"Kamu bicarakan hal itu dengan jelas supaya aku tahu apa yang kamu maksud."
"You killed my parents because you yourself also know that my parents know about you bringing corpses to be traded. I know that you are the pioneer of cyborgs who use real humans to carry out kidnappings. And, you are the one who is the main head of the caseI know that you are the pioneer of cyborgs who use real humans to carry out kidnappings. And, you are the one who is the main head of the case Then, when my parents found out about the crime you committed, you killed both my parents in a truly tragic way. YOU DAMN IT! MURDERER!"
Teriakan Anna membuat kilatan emosi langsung bermunculan di mata Noel. Noel menggeram. Dengan cepat ia menodongkan pistolnya ke arah Anna. Pria itu bahkan tidak peduli jika gadis tersebut sudah menangis begitu hebat karena mau mengelak bagaimanapun, ia tetaplah orang yang akan menjadi takdir untuk Anna. Mau sekeras bagaimanapun gadis itu menolaknya, ia juga akan sekeras itu untuk menarik gadis tersebut kembali lagi kepadanya.
"Iya, aku adalah orang yang memang menjadi pelopor agar kedua orang tuamu langsung di bunuh dengan cara kecelakaan agar para media mempercayai hal tersebut walau sebenarnya mereka terlalu bodoh melakukan hal itu ada sudah jelas sama sekali bahwa kejadian itu kecelakaan yang benar-benar nyata. Tapi, kecelakaan yang dilakukan hanya untuk mengelabui para awak media yang mengatakan tentang para pelaku pembunuhan dan perjualbelikan manusia. Dan, siapa suruh orang tua kamu sibuk mencari tahu tentang hal yang kami lakukan. Tentu saja, jika dia berani melakukan hal itu dia juga harusnya tau konsekuensi apa yang akan di terima setelahnya. So, kamu tidak berhak untuk marah pada aku karena orang tua kamu sendiri yang menyerahkan nyawanya untuk kami bunuh," kekeh Noel. Entah bagaimana dia mengatakan hal tersebut dengan begitu mudah di depan gadis yang sangat ia cintai itu.
"YOU f*****g ASSHOLE, BASTARD!!!!"
Anna memegang pistolnya kembali kemudian menodongkan pada Noel. Noel tertawa melihat gadis itu menarik nafasnya berkali-kali seakan ia kerakusan untuk mengambil seluruh oksigen. Noel tebak, gadis itu memiliki penyakit asma. Bagaimana dia tau? Omnya, Dave, juga sering seperti yang sekarang dialami oleh Anna. Ia tahu benar bahwa gadis itu sepertinya sudah hampir pingsan sekarang.
"Kamu mengatakan bagaimana orang tuaku meninggal dengan cara yang tragis tapi penyampaian kamu dengan santai? KAMU MEMBUNUH MEREKA!!!" teriak Anna kembali. Gadis itu seakan tidak akan pernah puas berteriak agar apa yang ia rasakan keluar semuanya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus membiarkan kamu mempunyai orang tua yang menjadi buronan oleh seluruh orang-orang yang bertindak ilegal seperti aku? Cepat atau lambat orang tua kamu akan meninggal dan mungkin lebih tragis dari apa yang aku lakukan. Asal kamu tau, Anna, orang tua kamu sudah di buron oleh banyak orang-orang yang melakukan tindakan sama seperti aku. Dan, Aku mau aku kan tindakan yang lebih mulia dengan membunuh orang tua kamu dengan cara memanipulasi mereka. Kamu harusnya sekarang bersy-"
DOR!
Suara tembakan itu mengalun dengan kuatnya sehingga Noel tercengang melihat bagaimana lantai bolong karena gadis itu menembakkannya hampir mengenai kakinya. Mungkin karena tangannya yang gemetaran, peluru itu tidak mengenai dirinya melainkan lantai. Noel ini melihat gadis itu sekarang sudah hampir pingsan. Ia langsung berlari saat Anna hampir jatuh di lantai.
Anna pingsan. Gadis itu benar-benar merasa tersakiti karena apa yang diucapkan oleh Noel. Noel mengangkat tubuh gadis kesayangannya itu ke dalam mobil dan mengantarnya. Ia bisa melihat guratan sedih itu masih ada.
Kamu harus mencari tau alasannya sendiri, Anna