Chapter 6: 2015
Tahun 2015.
Tahun ketiga Kivlan di SMA. Tahun ini ia akan menghadapi ujian akhir. Dan itu tidak lama lagi.
Saat semua anak kelas 12 — pada umumnya — semakin giat belajar agar lulus ujian, Kivlan justru sebaliknya. Ia semakin rajin main dan semakin malas saja.
Pagi ini hasil rapor mid semester dibagikan. Kivlan belum melihat nilai - nilainya. Ia tidak tertarik. Pasti prestasinya tidak naik. Atau justru malah turun.
Dan ia sedang mempersiapkan diri untuk dimarahi habis - habisan oleh Ayah saat sampai rumah nanti. Ayah sedang mendapat cuti selama seminggu karena bulan lalu ia berhasil meng - goal - kan proyek perusahaan. Makanya jam segini Ayah sudah ada di rumah.
"Kenapa nggak dibuka?" tanya Lumi segera, saat melihat sahabatnya itu hanya menat