Malam hari, ketika Emma sudah berbaring di dalam kamar hotelnya. Ia memejamkan mata, namun urung jua bisa terlelap. Pikirannya masih terus berkutat pada pesan yang dikirim oleh Rafi tadi siang.
Emma mengulurkan tangannya ke nakas untuk meraih ponsel. Ia lalu membaca pesan itu lagi. Apa ia harus membalasnya?
Emma mencoba untuk mengetik pesan balasan.
'kenapa kamu tiba - tiba mengirim pesan seperti ini?'
Emma membaca ulang pesan yang baru saja ia ketik itu. Ia lalu menghapusnya lagi.
'apa hp kamu di-hack?'
Emma menggeleng. Menghapus kembali pesan balasannya itu.
Ia kemudian mulai mengetik lagi dengan emosi.
'apa kamu bangkrut? Lalu kamu sok baik supaya bisa mendompleng hidup dari aku?'
Emma sudah hampir mengirim pesan itu. Namun urung ia lakukan.