Kukira kebahagiaan yang aku miliki dengan Nina dan anak-anak sudah begitu sempurna. Namun, seharusnya aku ingat bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan. Manusia selalu mendapatkan bahagia, sedih, marah dan kecewa dalam kehidupannya.
Seperti yang aku rasakan sekarang, saat kondisi tubuhku terasa aneh, bahkan pikiran yang dulu kembali menghantuiku dan hari ini semuanya terjadi, aku benar-benar tidak menyangka bahwa penyakit yang cukup lama ini telah dinyatakan hilang, nyatanya kembali datang.
"Sepertinya kondisi kali ini memang tidak terduga, Pak. Benar-benar tidak muncul gejala seperti waktu itu, begitu kan yang Pak Bastian katakan?"
Aku duduk berhadapan dengan seorang Dokter yang dulu menjadi team yang menangani kondisi kesehatanku. Aku tidak menyangka akan ke