Disisi lain, rombongan Panglima Ri Yu Ji hampir sampai di perbatasan. Cahaya matahari telah terlihat di ujung lorong.
"Cepat!! Sebentar lagi kita sampai!" teriak sang Panglima dengan suara lantang miliknya.
Derap langkah kaki terdengar memecah keheningan lorong panjang itu. Keringat mulai membasahi tubuh mereka. Rasa lelah itu akhirnya sedikit lagi terbayarkan.
Setelah jauh melangkah, akhirnya mereka sampai di ujung lorong. Satu persatu mereka mulai keluar dari lorong gelap itu, kedatangan mereka telah di sambut oleh suara teriakan kuda putih yang terikat dalam satu kandang kuda yang sangat luas.
Panglima Ri Yu Ji lekas memberikan perintah kepada prajuritnya untuk menyiapkan kereta kuda yang akan di pakai oleh anggota kerajaan.
Seluruh anggota kerajaan yang tersisa, satu persatu mulai memasuki kereta, termasuk sang Pangeran mahkota yang duduk sendirian di dalam kereta khusus yang telah disiapkan untuknya.
"Kita harus bergerak cepat sebelum para prajurit musuh mengejar kita!" seru sang Panglima dengan tegas.
"Baik, Tuan!" ucap mereka dengan kompak.
Semua orang telah bersiap di posisi mereka masing-masing, sang Panglima pun telah duduk di atas kuda putih miliknya dengan gagah.
Baru saja mereka hendak berangkat, ketika suara derap kuda tersengar tidak jauh di belakang mereka.
"Gawat!! Sepertinya prajurit musuh sudah berada di belakang kita!" seru Ri Yu Ji dengan wajah gusar.
"Benar Tuan, sebaiknya kita brangkat sekarang!" ujar salah satu pemimpin prajuritnya.
"Cepat bawa kereta pangeran mahkota lebih dulu menjauhi lokasi ini!" teriak Ri Yu Ji memberikan perintah yang langsung di patuhi oleh para prajuritnya.
Dengan cepat kereta itu melaju dengan kencang menjauhi lokasi dimana para anggota keluarga masih bersiap di dalalm keretanya.
Setelah memastikan semuanya dengan aman, panglima Ri Yu Ji kembali memberikan perintah untuk membawa kereta para anggota keluarga kerajaan menjauhi titik lokasi mereka. Sang panglima dan puluhan prajurit masih berjaga dan bertugas menahan serangan musuh yang mengejar rombongan mereka.
"Panglima, sebaiknya anda ikut pergi bersama para anggota kerajaan, biarkan kami disini yang menghadapi musuh!" ujar salah satu pemimpin prajurit.
"Tidak, aku sendiri yang akan menghadapi mereka karena musuh kita pasti di pimpin seseorang yang aku kenal," serunya tak terbantah.
"Baiklah kalau begitu, kami akan ikut berperang bersamamu hingga titik terakhir Tuan,"
Ri Yu Ji menganggukkan kepalanya, dengan gagahnya ia duduk tegap di atas kuda putihnya sembari mengangkat pedang panjang miliknya yang terlihat sangat mengkilap di terpa cahaya matahari.
Tidak berapa lama, gerombolan prajurit musuh telah sampai di hadapan mereka. Benar apa yang di katakan oleh sang panglima, ratusan prajurit musuh di pimpin oleh mantan orang kepercayaan kerajaan yang bernama Hyun Zha. Dia adalah musuh besar Ri Yu Ji yang di buang oleh sang Raja karena berhasil di kalahkan oleh Ri Yu Ji dalam pertarungan memerebutkan jabatan sebagai panglima kerajaan.
Hyun Zha memilih bergabung bersama pangeran Hwang Jang dan membuat aliansi untuk melawan kerajaan.
"Selamat datang musuh lamaku!" seru Ri Yu Ji menyambut kedatangan musuh mereka.
Seekor kuda yang di tunggangi oleh pemimpin para musuh maju selangkah di depan para prajuritnya yang terlihat bersiap untuk menyerang.
Sebuah senyuman sinis terpampang di wajah sangar milik Hyun Zha.
"Salam, panglima Ri Yu Ji yang agung!" ucapnya dengan nada mengejek. "Rupanya kau sudah bersiap melawan kami ya," serunya sembari terkekeh pelan.
"Tentu, mari kita bertarung aku ingin melihat seberapa pecundangnya dirimu sekarang!" ucapnya dengan nada menantang.
Seketika emosi Hyun Zha tersulut saat mendengar kata-kata pecundang yang di ucapkan oleh musuh besarnya.
"Prajurit, serang mereka!!" teriak Hyun Zha memberika perintah.
Puluhan prajurit musuh bergerak maju mendekati rombongan kerajaan. Ri Yu Ji menarik tali kuda miliknya dan bergerak maju hendak melawan mush yang menghalangi jalannya.
Dengan sekali tebas, pedang panjang miliknya berhasil menumbangkan puluhan prajurit musuh. Seluruh anak buahnya ikut bergerak maju menyerang lawan dengan beringas.
Puluhan prajurit lawan mulai tumbang satu persatu. Hyun Zha tidak tinggal diam, ia pun ikut bergerak maju menyerang anak buah Ri Yu Ji dengan mengerahkan kemampuan yang telah dia asah selama bertahun-tahun berlatih bersama sang pemimpin yaitu Pangeran Hwang Jang.
Ia berhasil menumbangkan puluhan prajurit Panglima Ri Yu Ji, kini mereka berdua berada dalam jarak yang sanga dekat.
"Sudah waktunya kau berhenti dari jabatanmu itu Ri Yu Ji!" cetus Hyun Zha sembari tersenyum sinis.
"Sampai mati pun aku akan tetap menyandang gelar itu, tidak sepertimu yang akan di ingat sebagai pengkhianat oleh seluruh rakyat kerajaan selamanya!" balas Ri Yu Ji dengan sengit.
Hyun Zha mendengus marah, ia menggenggam pedangnya dengan erat dan mengangkatnya tinggi, bersiap menyerang.
Begitu pula dengan sang Panglima, ia telah bersiap menyerang musuh besarnya itu, ia akan melawan hingga titik darah penghabisan.
Deru langkah kaki kuda tersengar saling beradu, dentingan pedang tersengar sangat nyaring hingga memekakan telinga orang yang mendengarnya.
Panglima Ri Yu Ji berhasil menahan serangan dari Hyun Zha, dengan gesit ia membalikkan keadaan dengan sekali tebas ia berhasil melukai tangan musuhnya.
"Hanya segitu saja kemampuanmu?" ejek Ri Yu Ji sembari tersenyum sinis.
"Sombong sekali kau! Jangan banyak omong serang aku kalau kau mampu!!" teriak Hyun Zha menantangnya.
Panglima Ri Yu Ji kembali melesatkan kudanya secepat kilat menghampiri Hyun Zha, sedikit lagi ia hampir mendekati musuhnya, tiba-tiba sebuah anak panah mengenai tepat punggu belakangnya hingga membuatnya terjatuh dari atas kuda.
Bugh....
Suara tubuh Ri Yu Ji yang terhempas di atas tanah. Darah mulai bercucuran keluar dari luka yang ia dapatkan.
"Hahah, ternyata kau masih seorang pecundang sama seperti dulu Hyun Zha!" serunya sembari tersenyum mengejek.
Hyun Zha membawa kudanya mendekati Panglima Ri Yu Ji, ia bergegas turun dari atas kuda dan mendekati musuhnya sembari menggenggam pedangnya dengan erat.
Dengan keras ia menginjak d**a Panglima Ri Yu Ji yang tergeletak di atas tanah sembari terengah-engah.
"Aku sudah menunggu saat-saat ini Ri Yu Ji, menghabisimu dengan tanganku sendiri, hahah!" tawa Hyun Zha. "Kau telah gagal melindungi pangeran mahkota, karena prajuritku telah berhasil membunuh semua anggota kerajaan yang berada di dalam kereta!"
Kedua mata Ri Yu Ji melebar karena terkejut mendengar perkataan musuhnya.
"Kenapa kau begitu terkejut? Apakah kau pikir aku tidak tahu bahwa kau telah mengirim seluruh anggota kerajaan lebih dulu menjauhi perbatasan? Dan beruntungnya Tuan Hwang Jang telah mengirimkan rombongan prajurit untuk mengejar mereka melalui jalan rahasia yang telah kalian lewato sebelumnya, hahaha," tawa Hyun Zha.
"Kau memang k*****t Hyun Zha!! Beraninya kau menyentuh anggota kerajaan!" serunya marah.
Dengan keras Ri Yu Ji menarik kaki Hyun Zha dan membantingnya hingga terjatuh di sebelahnya.
Ia kembali berdiri tegak dan berusaha mengambil pedangnya yang terjatuh tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Baru saja ia meraih pedangnya, secara tiba-tiba Hyun Zha menendangnya dari arah belakang hingga membuatnya jatuh tersungkur di atas tanah.
"Pergilah menemui Rajamu dan berikan salamku kepada mereka!" teriak Hyun Zha sembari mengangkat tinggi pedangnya.
Dengan cepat ia menancapkan pedangnya tepat menembus jantung Ri Yu Ji.
Tubuh itu mengejang selama beberapa detik hingga akhirnya terkulai lemas tidak berdaya.
Panglima Ri Yu Ji menghembuskan nafas terakhirnya.
Ting...
Hyun Zha membuang pedangnya yang berlumuran darah ke sembarang tempat. Mereka berhasil mengalahkan Panglima Ri Yu Ji beserta para prajuritnya yang tersisa.