Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh mulya fitri
WARNING [18+/21+] : Jangan berharap apa-apa dari kisah ini. Ini hanya kisah sederhana yang akan membuat perasaan kalian campur aduk, antara sedih, bahagia, senyum-senyum seperti dianggap aneh, atau menangis terharu.***"Hm, Re, masih sakit?""Lumayan, but it's okay." Re terdiam sejenak, ia harus mengungkapkan perasaannya kepada Kerl, perasaaan yang selama ini ia pendam. "Pak, saya cinta sama Bapak, maaf saya lancang," ujarnya to the point, tetapi jantungnya sudah berdetak kencang.Mata Kerl membulat mendengar penuturan sekretarisnya itu, ia kira selama ini Re benar-benar profesional tanpa memakai perasaan lebih. "Tapi, saya cinta sama istri saya. Dan satu lagi, hari ini kamu saya pecat, saya tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak profesional."Apes sekali Re, seharusnya tadi ia lebih bisa mengontrol mulutnya agar tidak berbicara sembarangan. "Maaf, Pak, tapi saya masih butuh pekerjaan ini." Re berharap kalau Kerl mengubah keputusannya.Kerl pun beranjak dari ranjang dan segera memakai boxernya yang berserakan di lantai, lalu ia mengambil dompetnya di atas meja, dan mengeluarkan sejumlah uang, kemudian ia letakkan di samping Re. "Anggap saja ini bayaran untuk kepuasan saya semalam.""Pak, saya bukan p*****r!" ujar Re dengan kesal, Kerl benar-benar menganggap dirinya murahan."Cepat bersihkan badan kamu, dan segera keluar dari ruangan saya, nanti saya akan sampaikan ke HRD untuk urus pesangon kamu."Kerl pun segera mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan segera meninggalkan Re yang masih tidak percaya dengan paginya yang benar-benar buruk.***ic_default
Karena kamu suka Romansa, mungkin kamu suka ini juga:
Romansa