Lisa sampai lupa diri. Ibarat kata angin topan telah memusing masuk ke dalam kamar tidurnya. Semua jadi berantakan sepulang dari pesta sederhana untuk Maria, putri bos Amanda. Bukannya nikmat yang didapat setelah menghabiskan minuman hangat selama perjalanan dengan bus malam. Justru penat menjelma sebab siapa pula yang mengangakan pintu dan jendela di ruangan lantai dua rumah Lisa! Rasa menjadi tidak aman semenjak tinggal di dalam rumah sendirian. Bersegeralah Lisa mengunci pintu berukuran lebih kecil pada sudut dalam kamar. Juga tak ketinggalan jendela kacanya yang belum lama diganti itu. Lisa merasa kesal setengah mati. Berkali-kali kejadian seperti ini terulang tanpa bisa ia pergoki pelakunya secara langsung. Bila benar pencuri yang membobol rumahnya, mengapa tak pernah ada barang berha