Suasana dingin membuatku semakin merapatkan selimut tidak peduli ini masih pagi atau mungkin sudah siang.
dengan malas melirik ke jam dinding dikamar yang berdinding hanya papan papan kayu. iya inilah rumah ku dan kedua orang tuaku.
"Nisaa... bangun udah mau jam 7 bukannya sekolah.." suara ibuku memanggil.
aku menggeliat malas sekali rasanya untuk sekolah karena percuma saja tidak akan jadi apa-apa bapak sudah mengatakan tidak akan melanjutkan ke jenjang smk karena faktor biaya.
sekeras apapun aku memaksa tidak akan. masih ada 3 adikku yang harus menempuh masa depan.
bergegas mandi secepat kilat dan memakai seragam smp . minggu depan adalah ujian nasional aku harus semangat biat cepet lulus cari kerja.
tapi, bekerja apa sedangkan ktp belum punya umur masih 14 dan hanya lulusan smp. bingung sendiri jadinya.
ini adalah minggu terakhir les untuk persiapan Ujian Nasional . setelah selesai pelajaran aku pulang bersama sahabat ku sejak awal smp kita sama2 jalan tetapi Marwah rumahnya lebih dekat.
"Nisa kamu beneran gak jadi nglanjutin sekolah sma atau MA?." tanya Marwah tiba-tiba.
aku terdiam.
"emm. kayanya engga deh bapak ga bisa biayain aku masih ada 3 adikku yang lebih membutuhkan sekolah. aku mah gampang " sambil nyengir aku ngejawab pertanyaan Marwah. biar ga keliaatan sedih aja.
"sayang banget kalau gitu. ya udah udah sampai aku duluan ya. kamu hati-hati ada ular nanti, hik hik." kami berpisah di pertigaan Marwah belok kiri aku trus lurus karena masih jauh."
sesampai dirumah, aku minum sampai habis 1 botol sangat haus berjalan 1 jam lamanya.
oya.. namaku FarikhatunNisa biasa dipanggil nisa usiaku 14 hampir 14 tahun. adikku 3 yang 1 laki-laki bernama Zayan dan 2 kembar isna dan isni mereka bungsu sehingga selalu disayang .
isna isni juga pelipur kalau aku sedih. karena aku anak pertama sepulang sekolah aku beres-beres rumah menyuapi 2 adik kecilku dan mencuci baju. ibuka berjuan di pasar pulang selalu sore. bapak hanya kuli bangunan oulang ketika matahari terbenam. dirumah hanya ada mbah putri yang memang tinggal 1 rumah dengan kami.
"Nduk makan dulu nanti masuk angin kalau belum makan terus mencuci baju."
rasanya hanya mbah putri yang menyayangiku.
ibu dan bapak selalu menyuruhku jika mereka dirumah.
sehabis makan aku mencuci baju.
"banyak sekali padahal aku ingin istirahat" kesahku pada cucian.
jam menunjukan pukul 4.30 ibu sudah pulang sedeng mandi aku ngemong 2 adik ini siap2 ke masjid untuk mengaji seperti biasa.
"Nisa.!! ini cucian piring kenapa belum di cuci. cepet kesini..!" perintah ibuku.
"iya bu.. '' aku bergegas kebelakang untuk mencuci.
ini sekalian baskom-baskom tempat makanan dicuci semua.
itulah kesehatuan Nisa pagi sekolah lanjut les terus beberes rumah membantu ibu momong dan lainnya lagi..
Hari ini adalah jadwan Ujian Nasional . aku bangun pagi untuk belajar semalam sangat dingin jadi tidur cepat. kali ini aku tidur bersama isni. isna tidur sama ibu.
"Nisa.." bapak memanggilku, bergegas aku ke depan setelah memakai seragam.
"dalem pak. " jawabku.
" nanti kalo ujian udah selesai ga usah berangkat sekolah tinggal nunggu berita kelulusan kamu langsung cari kerja. bapak udah ga sanggup biayain kamu." ucap bapakku.
malas sekali membalas perkataanya.
"nggeh pak." lekas berlalu berangkat sekolah .
sudah 4 hari ujian berlangsung ini hari jumat. aku tidak berangkat sekolah untuk apa jika bapak tidak mengijinkan mungkin ini yang terbaik unttukku.