Melihat kepedulian yang di tunjukan oleh Jarot, Raizel kembali bingung dengan kehidupan kaum manusia saat ini. Dia mencoba mencerna semua menggunakan kekuatannya.
"Yunda berdirinya pelan-pelan saja," imbuh Jarot penuh perhatian.
Disaat semua orang sedang fokus pada kondisi Yunda, tiba-tiba terdengar suara sangat nyaring dari laki-laki yang di hajar oleh Jarot.
Mata Raizel seketika berubah menjadi merah dengan pupil berwarna biru, dia sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Dengan wajah polos dan tidak tahu apa-apa Jarot bertanya." Mahluk macam apa itu? Aku yakin sudah memukul mahluk itu dengan keras.
Tubuh pria yang di hajar Jarot mulai bangkit dengan perlahan, bersama dengan itu. tangan dengan kuku yang runcing pun terlihat dengan sangat jelas, sontak empat orang yang ada di tempat itu pun terkejut dan melotot seketika.
"Awas dia akan menembakan sinar laser dari matanya." Teriak Jarot, saat melihat tatapan mata pria tersebut berubah menjadi merah.
"Jarot, aku rasa itu tidak benar, mana ada manusia yang bisa menembakan sinar laser dari mata."Ujar Speed.
Dengan perlahan tapi pasti, setelah orang yang berada di ujung jalan bisa berdiri dengan tegap, wajah yang sangat menakutkan pun terlihat, Dimana sebagian dari tubuh orang tersebut berubah menjadi tengkorak.
Dengan tatapan ngeri dan takut, Speed kembali berkata." Jarot orang itu aneh! hati-hati.
"Aku setuju dengan Speed, dia aneh!" kali ini Yunda yang berkomentar.
Dengan tatapan penuh pemberani, Jarot melihat kesamping, dia langsung mengambil sebuah tong sampah yang ada di sampingnya.
Sambil menggerakkan giginya, Jarot mengumpulkan semua tenaga dan menyalurkan ke pergelangan tangannya. tanpa ada aba-aba terlebih dahulu, Jarot melemparkan tong sampah itu kearah pria yang menurutnya sangat aneh.
"Syuuuung!"
Dieeeeshh!!
"Arrghhh...!" Pria aneh itu kembali terlempar setelah terkena tong sampah hasil lemparan Jarot.
Melihat itu, dengan cepat Jarot dan tiga orang lainnya mengambil langkah seribu. mereka bertiga berlari keluar dari arah lorong tanpa mempedulikan apapun.
Yang ada didalam pikiran mereka kali ini adalah menyelamatkam diri, Raizel yang sedang berdiri dengan tenang mereka tinggalkan.
Saat semua orang sudah pergi jauh keluar dari lorong. Raizel masih berdiri tenang di tempatnya, dia sedang memahami segala yang terjadi di depan matanya.
Jarot yang menyadari jika Raizel tidak ikut berlari bersama dengan yang lain, menoleh kearah belakang dan berhenti seketika saat melihat Raizel masih tetap berdiri tenang di tempatnya.
Jarot langsung berlari kembali ke tempat Raizel, dia langsung menarik tubuh Raizel sambil berkata." Ayo! Jangan diam saja! Cepat ikuti aku!
Tidak ada reaksi apapun dari Raizel, Jarot sedikit kesal, dia kembali berteriak." Ya, tuhan! ayo cepat kita kabur? Kita tinggalkan saja dia disini.
Setelah terus dipaksa oleh Jarot, akhirnya Raizel pun bergerak dan pergi bersama dengan yang lainnya, mereka semua pergi untuk menyelamatkan diri mereka.
Tak lama setelah kepergian kelompok Raizel dan Jarot, sebuah pergerakan terlihat dari tumpukan tong sampah. Pria aneh itu bangkit kembali dan nampak sangat marah dengan apa yang terjadi.
Namun saat dirinya sedang terhuyung-huyung, Sebuah suara tiba-tiba mengejutkannya, itu membuat kewaspadaan naluri dari hewan buasnya terpicu.
"Manarik!!" Bersama terdengarnha suara itu, turun dari atas ketinggian dua orang manusia memakai jubah serba hitam.
"Kamu datang cuma berjaga-jaga saja, tapi kami tidak mengira akan melihat sesuatu yang menarik." Ucap salah satu pria yang ternyata orang yang membuat si pencuri menjadi monster.
"Orang ini benar-benar tidak berguna."Ujar Pria yang bertubuh besar.
Sambil sedikit tersenyum mengejek, pria yang bertubuh pendek berkata." Meski dia lemah karena belum makan apapun setelah perubahan, anak itu tetap luar biasa, aku tidak menyangka dia bisa mudah dikalahkan.
Terkekeh sambil menatap tajam kearah si pencuri yang sudah berubah. Pemuda pertama berkata." Ah, apa boleh buat. Lagi juga gerakan pemuda tadi bukan gerakan sembarangan.
"Fiuh, Tapi tetap saja. Dia di kalahkan oleh bocah seperti tadi."Ujar Pria bertubuh besar.
Si pencuri yang sudah berubah menjadi monster pun, hanya terdiam di tempatnya tidak berbuat apa-apa. dia tidak berani jika harus melawan dua orang yang sudah merubahnya.
"Sepertinya, begundal tetaplah begundal, dia lepaskan kesempatan emas begitu saja."Ucap geram dari pria bertubuh besar.
Mendengar apa yang dikatakan oleh pria bertubuh besar yang sudah merubahnya, pikiran dari si pencuri langsung mengingat wajah-wajah dari empat orang yang baru saja dia temukan.
seketika amarahnya memuncak, si pencuri itu menggertakan giginya sambil mengatupkan rahangnya, si pencuri tidak terima dirinya di rendahkan begitu saja.
Pria pertama terkejut saat matanya melihat sebuah tas sekolah, dia berkata dalam hati."Tas sekolah, berarti dia seorang mahasiswa, apa itu tas anak itu?
"Coba periksa tas itu? kamu harus tahu siapa yang mengalahkan mu?"Ucap tegas Pria pertama pada si pencuri.
Menganggukan kepalanya, si pencuri yang masih mempunyai kesadaran diri berjalan kearah tas, dia meraih tas itu dengan cepat dan menghamburkan semua isi yang ada didalam tas.
Saat semua isi tas di keluarkan, nampak beberapa buku beladiri dan membentuk kekuatan dari dalam tas, tentu itu membuat tiga orang tersebut menjadi heran atas semua itu.
***
Berlari sekencang mungkin dari tempat kejadian, Jarot seketika berteriak."Berhenti dulu, aku sudah tidak kuat untuk terus berlari.
"I- iya, orang aneh itu tidak mungkin mengejar sejauh ini."Ucap Speed dengan napas yang tersengal-sengal.
Saat semua orang mengambil napas untuk menenangkan diri, hanya Raizel yang dia acuh tanpa merasakan rasa capek ataupun lelah.
"Apa-apaan orang aneh tadi, matanya agak aneh dan sepertinya tidak beres." sahut Speed.
"Iya kalian juga lihat dua matanya yang seperti laser itu, kan?"Ucap Jarot sambil membuat gerakan menyeramkan.
"Jarot kamu bicara ngawur, pasti matanya yang harus darah itu kena pantulan cahaya."Kata Speed penuh logika.
"Hmmm...!"Jarot hanya bisa berdeham tanpa bisa mendebat pernyataan dari Speed.
"Apapun itu. Itu bukan laser yang muncul dari matanya, tapi memang dia tidak kelihatan normal."Sahut Speed kembali.
Tidak mau melanjutkan perdebatan. Jarot seketika menoleh kearah Yunda dan bertanya. "Yunda kamu betul-betul tidak apa-apa?
"Iya, Aku tidak apa-apa dan tidak terluka sedikitpun. Terimakasih Jarot."Ucap Yunda dengan suara yang merdu.
Sambil nyengir dan memperlihatkan gigi kuningnya, Jarot berkata." Aku tidak melakukan apapun, Aku hanya dengar kamu teriak. Aku pun langsung berlari kearah kamu.
Dengan senyum yang keluar dari bibirnya, Yunda kembali berkata."Terimakasih Jarot, jika kamu tidak datang! Bisa-bisa.
Ucapan Yunda terpotong dengan jawaban Jarot yang memotong ucapannya, Jarot terlihat serba salah dengan kejadian itu.
Melirik kearah Raizel, Yunda dengan malu-malu pun berkata." Rai, terimakasih, ya.
"Rai....?" Ucap Speed dan Jarot kompak.
Sambil tersenyum menggoda, Yunda kembali berkata." Oh itu, semua anak wanita di kampus memanggilnya itu. Kami tidak tahu nama panggilannya apa, tapi. kalau kamu tidak suka....!
"Panggil aku sesukamu!" Raizel menjawab dengan wajah yang datar.
"Baiklah....!"Ujar Yunda masih tersenyum manis. lalu berkata." kok kalian selarut ini bisa sama-sama.
"Kami habis nongkrong di warnet."Sahut Jarot menanggapi.
"Oh begitu, Ngomong-ngomong kamu tinggal dimana Rai." Tanya Yunda.
Speed dan Jarot pun langsung saling tatap, mereka yang dari sore tadi bersama dengan Raizel tidak pernah terpikirkan untuk menanyakan tempat tinggal Raizel.
Raizel yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya diam, dia mencoba mengingat apa yang pernah di katakan oleh Frank pelayan setianya.
'Tuan! Gunakan ini saat Tuan dalam bahaya.' sebuah ingatan melintas dari pikiran Raizel.
Dia pun seketika meraih sakunya dan mengeluarkan sesuatu yang pernah di berikan oleh Frank, dengan santainya Raizel memberikan kepada Jarot yang ada didepannya.
Saat Jarot menerima kertas yang terlihat seperti Poto, Speed dan Yunda pun menjadi penasaran, mereka merangsek dan ingin melihat apa yang di berikan oleh Raizel.
Namun saat itu juga, wajah Jarot dan dua orang lainnya terkejut dan heran dengan apa yang di tunjukan oleh Raizel.
mereka tentu mengetahui apa yang ada di dalam kertas tersebut.