Bagian I: Panggung Agung Istana Kekaisaran.
Mentari pagi di atas Kota Raja terbit dari balik kubah-kubah emas Istana Kekaisaran, memancarkan pendar cahaya keemasan yang membelah asap tipis batu bara di atas kawasan Gang Cacing. Panggung Agung Kekaisaran—sebuah pelataran marmer putih seluas dua lapangan bola yang dikelilingi oleh pilar-pilar batu berukir naga emas—hari itu dipadati oleh lebih dari tiga puluh ribu penonton.
Di panggung kehormatan tertinggi, duduk Kaisar Karang Maju sendiri, didampingi oleh Delapan Gubernur Karesidenan, Lord Thomas, serta puluhan pangeran dan bangsawan tinggi kekaisaran. Di sisi kanan panggung juri, berdiri Master Zhao dengan jubah emas kebesarannya, memandang dingin ke arah gelanggang.
Di tengah pelataran marmer yang megah, panggung pertempuran final Tand