Langit malam dipenuhi gumpalan awan hitam, membuat pemandangan kota di balik jendela menjadi suram dari pada biasanya. Mungkin akibat bulan dan bintang yang tidak terlihat penampakannya dalam mendung.
Alice baru saja pamit pulang beberapa saat yang lalu. Dan Dami sepertinya melihat sedan merah yang dikendarai Alice berlalu meninggalkan halaman apartemen.
"Kau telah berbohong."
Tiba-tiba Dami berkata.
Tidak, tidak.
Dia tidak berbicara sendirian. Meski tidak terdengar suara atau gerakan apa pun, ia bisa mengetahui kehadiran eksistensi itu di belakangnya. Rasanya seperti sebuah kotak kosong yang tiba-tiba terisi suatu benda.
Dami berbalik, menghadap Topaz.
"Kau adalah pelakunya," Dami melepaskan tuduhan itu. "Aku tahu kau pelakunya."
Wajah Topaz tidak menunjukkan perubahan ekspresi