"Jade, berhenti di sini saja."
Dami buru-buru berkata sebelum mobil yang dikendarai Jadrian sampai ke depan gerbang.
"Kau serius?" tanya Jadrian, yang mendadak memelankan mobil, kemudian menghentikannya di pinggir jalan.
"Yeah," jawab Dami.
"Kau tidak ingin aku mengantarmu ya?" tanya Jadrian.
Dami menggelengkan kepala. "Aku senang kok. Hanya saja aku tidak ingin menjadi pusat perhatian."
Jadrian tersenyum mengerti. Sementara Dami mengamati sekitar melalui jendela mobil. Entah mengapa ia merasa ragu untuk turun dari mobil. Dia sudah tidak masuk sekolah selama tiga hari dan rasanya aneh kembali ke sekolah. Ia sudah tertinggal jauh.
"Kau akan baik-baik saja." Kata Jadrian.
Dami menolehkan wajah kepada Jadrian. "Ya, tentu saja." katanya. "Vampir itu sudah musnah."
Jadrian mengangguk.