“Ntah kenapa dulu aku seperti itu, seharusnya aku nggak melakukan itu sama kamu Zara." Ucap Raka menyesali perbuatannya lima tahun lalu.
"Ehh ya ampun.. kenapa sih? Udah lewat juga.. nggak apa - apa kok. Aku mengerti apa yang kamu rasakan dulu, kamu tidak perlu seperti itu Raka." Kata Zara lalu berjalan ke arah Raka dan memeluk Raka.
"Zaraa.. maaf.. Zara aku kangen sama Eyang, aku kangen sama Rivka. Boleh aku seperti ini dulu beberapa menit?" Kata Raka yang menyenderkan kepalanya di bahu Zara yang sudah duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Iyaa Raka.. take your time. Boleh aku ngomong?" Tanya Zara.
"Boleh." Jawab Raka yang berusaha menahan air matanya karena mengingat Eyang Lili dan juga Rivka.
"Kamu kan sudah berusaha memaafkan mama dan Papa kamu, apa kamu nggak mau berusaha lebih