Pagi yang cerah di awal desember, Raka belum pulang ke apartemennya. Raka masih menginap di rumah lamanya, oh bukan, tapi rumah kedua orang tuanya. Raka tidak berfikir untuk pulang ke apartemennya hari itu, karena sudah cukup larut malam dan juga Zara memintanya untuk tetap tinggal di rumah orang tuanya dulu.
Tok tok tok (suara ketukan pintu kamar Raka)
“Mas Rakaaa !!!” Panggil Bi Asni dari luar kamar Raka.
“Iyaa Bii ?!!!” Teriak Raka dari dalam kamarnya.
“Ohh sudah bangun toh Mas.. bibi kira belum bangun. Ayo turun sarapan dulu.” Kata Bi Asni mendekatkan kepalanya ke pintu kamar Raka.
Cekleeekk (suara buka pintu kamar Raka)
“Astaghfirullah Aladzzziiiiimmmmm !!!” Teriak Bi Asni kaget karena Raka tiba - tiba membuka pintu kamarnya.
“Astaga Bibiii !!! Ihh Raka juga ikuta