Semua tatapan langsung tertuju ke Raka, dengan tatapan tegang.
“Kenapa sih? Kenapa kalian semua ngeliatin gue seperti itu?” Tanya Raka yang masih memegang gagang pintunya.
“Eh? Ohh.. nggak kok.. kaget aja kamu tiba - tiba keluar.” Jawab Zara yang memang benar - benar kaget. Karena baru aja Raka di omongin, dan tiba - tiba keluar dari ruangannya.
“Hmm.. Terus kalian berdua juga kaget?” Tanya Raka.
“Hahah.. nggak.. Kita tuh lagi omongin Lo tau yang baru aja marah - marah lagi.” Kata Andika.
“Ohh.. iyaa.. kalian berdua taukan perkerjaan yang gue minta ke Pak Dani itu? Sampai sekarang belum selesai - selesai, gimana gue nggak marah - marah. Mana tadi kliennya udah nelvonin gue. Gue udah pending - pending terus, nggak enak dong gue. Biar di bilang dia sahabat gue, dan kita udah partne