Jarum panjang jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Raka keluar dari ruangannya dan langsung matanya tertuju ke wajah Zara. Raka melihat mata Zara yang lagi berkaca - kaca mendengar cerita dari Andika tentang bagaimana Raka dahulu.
"Heii.. kamu kenapa? Kok nangis? Kalian berdua apain Zara hah?" Tanya Raka ke Zara lalu melotot ke Andika dan Ardya.
"Hah? Zara nangis? Lahh.. kita berdua nggak ngapa - ngapain kok. Lo kenapa nangis Zar?" Tanya Andika.
"Ehh.. nggak .. aku nggak kok. Mata aku kelilipan debu deh kayaknya." Jawab Zara sambil mengucek matanya.
"Beneran?" Tanya Raka sekali lagi.
"Iya beneran. Kenapa coba aku mau nangis." seru Zara.
"Sumpah gue kaget tau nggak sih Zar. Gue kira Lo nangis beneran. Karena kita tadi lagi nyeritain saat Raka masih pemarah dan be