Esoknya, Raka terbangun karena suara alarm Zara yang berbunyi. Rupanya sambungan telepon mereka belum terputus, Zara terlihat masih tidur dengan rambutnya yang terurai dengan indahnya. Sinar matahari yang menyinari wajahnya semakin terlihat cantik di mata Raka.
“Nggak nyangka sekarang kamu jadi pacar aku, kamu jadi orang yang bisa aku percaya saat ini. Terima kasih Tuhan, engkau menurunkan makhlukmu yang indah ini untuk aku yang sangat egois.” Gumam Raka sambil terus menatap Zara dari balik layar ponselnya.
Tidak lama kemudian, karena suara alarm yang yang terus berbunyi dan sinar matahari yang tepat menyinari wajahnya, akhirnya Zara pun terbangun.
“Ahh aaaaaaaa… Raka? Hah? Waduh teleponnya nggak mati yah? Ya ampun kita ketiduran kayak gini? Aaaaaaaaa….” Zara terus berteriak keheboha