Mereka mencapai penanda pohon setelah berjalan cepat beberapa menit. Bunyi berdenyut dari bawah tanah mengecil, tetapi tidak lenyap. Billy memeriksa alatnya. Layarnya mati total; satu indikator panas masih menyala merah. "Aku tidak bisa menghidupkannya di sini. Kalau kuisi daya, bisa merusak data."
Tania meminta semua orang menghitung perlengkapan. Delvin kehilangan tas kecilnya saat lengan mekanis menyambar, tetapi tas utama masih ada. Luka di telapak tangannya tidak dalam. Ia membersihkannya dengan cairan antiseptik dan membalutnya sendiri.
"Kita bisa kembali dengan alat lain," kata Archel. Ia masih melihat ke arah titik masuk. "Pertahanan itu hanya satu lengan. Kita mungkin bisa—"
"Tidak," potong Lia. "Kita sudah sepakat mundur kalau sistem aktif. Kita tidak tahu apa yang ada di bawahnya."
Archel mengepalkan tangan. Ia tidak suka menghentikan penyelidikan setelah menemukan sesuatu. Namun ia juga melihat Delvin berdiri menahan sakit dan perangkat Billy rusak. "Kita mundur ke kendaraan. Hari ini selesai."
Vano mendengar gerakan kecil dari semak. Ia menoleh dan melihat seekor hewan kecil berlari menjauh dari area itu. "Tempat ini memengaruhi hewan sekitar. Mereka bergerak keluar dari retakan."
"Bisa karena getaran," kata Tania. "Catat, jangan simpulkan penyebab."
Mereka mengikuti jalur yang sama. Beberapa kali Billy memeriksa penanda sinyal, tetapi kekuatannya menurun cepat. Mereka tidak mengandalkannya. Lia mengingat pohon dengan cabang patah, dan Tania mencocokkan catatan visual. Vano tetap bersama Delvin, memastikan ia tidak tertinggal.
Di dekat saluran drainase, getaran terasa kembali. Tanah bergeser di bawah kaki Tania. Archel menahan lengannya dan menariknya ke jalur berbatu. Sebuah pelat tipis muncul dari tanah, menyapu tempat ia berdiri sesaat sebelumnya. Pelat itu tidak mengejar mereka; ia hanya muncul lalu masuk kembali.
"Jangan lari ke area terbuka," seru Billy. "Kita tidak tahu pemicunya."
Lia melihat jalur sempit di antara bebatuan. "Ke kanan, lalu naik ke tanah tinggi. Itu jalan yang kutempuh kemarin."
Mereka mengikutinya. Saat Vano tersandung, Delvin yang terluka menahan bahunya agar ia tidak jatuh ke celah kecil. Archel kembali ke belakang, memastikan semua orang melewati bagian itu sebelum bergerak sendiri.
Mereka tiba di jalan servis. Tidak ada pengejaran terlihat. Kendaraan masih di tempat dan tak ada tanda gangguan, tetapi sensor jarak jauhnya menunjukkan gangguan sinyal yang tidak dapat ditentukan sumbernya.
Billy memutus koneksi kendaraan dari jaringan kota. "Biar tidak ada data yang keluar sebelum kita tahu apa yang tersentuh."
Archel memeriksa kelompok. "Ada yang perlu ditangani?"
"Lukaku ringan," kata Delvin. "Aku bisa memeriksanya lagi di tempat aman."
Tania mengeluarkan kartu peta. "Catatan lapangan selamat. Kita tahu titik peta meleset, ada rongga, dan pertahanan aktif. Kita tidak tahu apakah panel itu akses utama."
"Juga, sistem dapat menyapu area dan merespons sinyal," tambah Billy. "Aku belum tahu apakah alatku dihancurkan atau hanya dinonaktifkan."
Archel memandang hutan. Ia ingin kembali, tetapi tahu keputusan tim harus dibicarakan. "Kita pulang, periksa kerusakan, lalu susun laporan. Tidak ada yang kembali sendiri."
Mereka masuk ke kendaraan. Dalam perjalanan, tak seorang pun menganggap misi itu sukses. Mereka membawa bukti pertahanan aktif dan data yang belum lengkap, serta luka kecil dan perangkat rusak. Peta Ayahnya ternyata tidak cukup untuk memandu mereka, dan lokasi itu mungkin mengetahui mereka datang.
Kendaraan berhenti di fasilitas aman yang biasa dipakai keluarga Archel untuk memeriksa peralatan. Mereka memastikan tak ada perangkat yang masih memancarkan sinyal sebelum menghidupkan jaringan lokal. Billy mengisolasi alat rusaknya di wadah pelindung. Tania menyalin catatan peta ke lembar kedua, sementara Delvin mengganti balutan di telapak tangan.
Archel berdiri di depan layar yang menampilkan gambar lokasi. "Kita tahu akses yang Lia pakai kemarin tidak terbuka hari ini. Bisa jadi mereka menutupnya setelah ia pergi."
"Bisa juga panel yang kita temui merupakan sistem pertahanan, bukan pintu masuk," kata Tania. "Kita jangan menyebutnya akses sampai ada bukti."
Lia mengangguk. "Aku tidak melihat lengan mekanis itu kemarin. Aku masuk dari lorong yang lebih dalam, mungkin melalui pusat teknologi yang berbeda."
Billy memeriksa sisa data. "Peta Axer menunjukkan kepadatan koloni dan beberapa batas, tetapi bukan struktur aktif. Itu cukup untuk menentukan wilayah, bukan rute."
Archel menatap peta. Ia merasa dorongan untuk menyalahkan informasi yang tidak lengkap, namun tahu ia sendiri yang memerintahkan ekspedisi tanpa verifikasi lebih jauh. "Kita seharusnya tidak menganggap peta itu akurat."
"Kita juga sudah membicarakan risikonya," ujar Tania. "Yang penting sekarang mencatat apa yang terjadi."
Delvin menyelesaikan pemeriksaan. Luka tidak memerlukan penanganan khusus. Ia mengatakan tas pertolongan yang dibawanya hampir hilang dan ia perlu mengganti isinya. "Lain kali, kita perlu jalur keluar yang tidak melewati satu titik saja."
Vano duduk diam di sudut. Ia berkata hewan-hewan kecil bergerak menjauh sebelum mekanisme muncul. Itu mungkin membantu sebagai peringatan, tetapi tidak dapat dipastikan. Tania mencatatnya sebagai pengamatan, bukan sistem deteksi yang dapat diandalkan.
Archel menerima pesan singkat dari Axer yang menanyakan apakah mereka sudah tiba. Ia menjawab mereka sudah kembali dan peta memiliki keterbatasan. Ia tidak mengirim seluruh rekaman ke jaringan perusahaan; Billy menyarankan menahan data sampai mereka memeriksa apakah sistem pertahanan menyisipkan pelacak.
Lia mengingatkan bahwa pusat teknologi dekat perbatasan dan mungkin mengumpulkan informasi tentang Vanxyere. "Kita perlu tahu apa yang mereka lakukan, tapi kalau setiap pendekatan memicu serangan, kita butuh persetujuan dan rencana yang lebih baik."
Archel menyetujui. "Aku akan menghubungi Driad dan menjelaskan kita mendekati wilayah itu."
Lia menatapnya. "Jangan hanya memberi tahu setelah semuanya terjadi. Kita perlu memutuskan bersama apa yang akan disampaikan."
"Benar. Kita susun dulu."
Tania menulis tiga hal yang dapat mereka katakan: mereka berada di batas pusat teknologi, pertahanan aktif, dan tidak ada yang masuk atau mengambil perangkat. Billy menambahkan bahwa mereka perlu mengakui peta datang dari Axer dan bukan hasil pemeriksaan bersama. Informasi ini belum cukup untuk menuduh siapa pun.
Sebelum menghubungi Driad, Archel meminta pendapat semua anggota. Vano menyarankan menunggu sampai perangkat Billy diperiksa. Delvin mengusulkan agar komunikasi tidak membuka lokasi pasti yang mungkin telah terdeteksi musuh. Tania ingin menyebut bahwa mereka mundur begitu sistem aktif. Lia setuju, tetapi meminta Archel menyebut perannya sebagai penunjuk rute tanpa menganggapnya bertanggung jawab atas pertahanan.
Mereka menahan draf pesan sampai semua setuju. Archel belum menjelaskan apa yang dibicarakan para Cordict di rumahnya pagi itu. Ekspedisi belum menjawab asal Cordict atau niat pusat teknologi. Namun kini Hexaint tahu peta tidak menunjukkan semua jalur, perangkat mereka rentan, dan keputusan berikutnya harus dibuat bersama. Archel menutup peta dan berkata mereka akan menganalisis data di titik aman sebelum bergerak lagi.
Di titik aman, Billy memutuskan daya dari perangkat rusaknya sebelum membukanya. Lapisan pelindungnya retak dekat sensor akustik, tetapi kartu data masih utuh. Ia menghubungkan kartu itu ke terminal lokal yang tidak tersambung jaringan.
"Jangan hidupkan alat utama dulu," kata Tania. "Kita salin data yang selamat, lalu bandingkan."
Archel menaruh rekaman sensor lensanya di layar. Sensor itu hanya menyimpan beberapa detik sebelum panas berlebih. "Ini garis merah yang menyapu tanah. Setelah itu ada kilatan pada frekuensi rendah."
Billy menumpuk grafik lama dari partikel pencari yang pernah ia pantau. Kedua pola tidak cocok sepenuhnya. Partikel di kota bergerak bebas dan menyebarkan gelombang ultrasonik; pertahanan di bawah tanah muncul sebagai denyut teratur dan sapuan cahaya.
"Frekuensinya berdekatan di bagian ini," ujar Billy, "tapi bisa jadi hanya kesamaan karena keduanya memakai medium yang sama. Kita tidak bisa bilang ini teknologi yang sama."
Tania memperbesar jeda antardenyut. "Yang kita tahu, panel bereaksi pada pulsa kita, lalu menyapu perangkat perekam. Bisa jadi ia mendeteksi sinyal, bukan pikiran."
"Jadi bukan pengendali kesadaran?" tanya Vano.
"Belum tahu," jawab Tania. "Tidak ada bukti bahwa siapa pun di lapangan terhipnotis."
Delvin memasukkan kartu data ke kotak isolasi. Ia menambahkan bahwa perangkat yang rusak dapat mengandung partikel atau komponen yang belum mereka kenal. Tidak ada yang boleh menghubungkannya ke jaringan luar sebelum diperiksa. Ia tidak membuka casing lebih jauh karena alat keselamatan tidak cukup lengkap.
Archel mendengar bunyi notifikasi pada komunikator meja. Satu kanal lama berkedip dengan kode yang ia kenal. "Driad."
Lia memandangnya. "Jawab bersama-sama. Tidak ada lagi percakapan yang disembunyikan."
Archel menerima panggilan suara Driad tanpa mengaktifkan pertukaran berkas. Sambungannya berderak, tetapi mereka dapat saling mendengar. Driad tidak menyapa. "Kalian masuk ke batas pusat teknologi pagi ini. Pertahanan koloni mencatat enam sinyal manusia. Itu terjadi selama satu minggu yang kalian janjikan sebagai masa pembuktian. Jelaskan."
Archel mengatupkan rahang. "Kami datang untuk memeriksa lokasi pada peta. Kami tidak masuk ke pusat dan tidak mengambil apa pun. Pertahanan aktif, lalu kami mundur."
"Peta siapa?"
"Peta dari Ayahku. Survei lama."
Driad terdiam sesaat. "Kalian menganggap wilayah itu kosong?"
"Tidak. Kami mengira dapat melihat batas tanpa menerobos."
"Namun kalian memicu pertahanan." Suara Driad mengeras. "Dua perangkat kami mendeteksi pulsa asing. Satu jalur komunikasi terganggu."
Billy mengangkat tangan ke arah kanal. "Kami tidak berniat merusak jalur komunikasi. Perangkat lapangan kami juga rusak. Kami sedang memeriksa apakah gangguan berasal dari pertahanan atau dari alat kami sendiri."
Driad berhenti sejenak, lalu menanyakan siapa yang baru berbicara. "Kalian harusnya memberi tahu sebelum mendekat."
Lia maju. "Aku yang pernah ke lokasi itu tanpa izin dan mengambil resep portal. Aku mengakuinya. Kami seharusnya membahasnya sebelum memakai informasi yang kudapat."
Archel menoleh, tetapi tidak menghentikannya.
"Kau mencuri teknologi kami, lalu membawa kelompokmu ke batas pusat," kata Driad. "Apa yang membuat kami percaya ini hanya pemeriksaan?"
Lia menjawab, "Tidak ada yang mengharuskanmu langsung percaya. Kami bisa menunjukkan bahwa tidak ada perangkat koloni yang kami bawa pulang. Tapi kami tidak bisa meminta kamu mengabaikan pelanggaran itu."
Koneksi berderak. Driad meminta mereka mempertahankan kanal terbuka. "Aku ingin mendengar semuanya sebelum memutuskan apakah masa pembuktian masih berlaku."
Archel mengatakan mereka akan menyampaikan catatan setelah data diamankan, bukan mengirimnya lewat jaringan yang belum dipercaya. Driad menyetujui jeda singkat, tetapi memperingatkan bahwa koloni tidak akan menerima kunjungan berikutnya tanpa pemberitahuan. Sambungan berakhir sebelum mereka mendapat jawaban lebih jauh.