Nias 1993 .
Terlahir dari keluarga menengah kebawah , dengan latar belakang petani dan nelayan .
Panggil saja Arul, anak pertama dari kisah ini dan adiknya andy (1997) dan putra (2001) meninggal 2 bulan setelah itu .
° BAHAGIA .
Pagi itu , terlihat hawa dingin yang menyapa , setiap pagi harus terbangun untuk sekolah , Bapak saya harus berangkat melaut mencari apa yang bisa di jual terkadang ada yang memasan kerang , batu karang gurita dan lain sebagainya .
Saat itu adik saya belum masuk sekolah , setiap pagi nya saya bernagkat sekolah , saya melihat adek saya melambaikan tangan setiap paginya dari jendela ruang tamu kami ,s ambil berpesan , agar kue yang di bagikan di sekolah nanti jangn di makan agar saya bawa untuk dia .
" Bang, kuenya jangan di makan ya , bawa pulang " ujarnya sambil tertawa . daaa ....
Seperti biasanya , pulang sekolah dengan wajah dan baju kotor sehabis pulang malah belok bermain dulu , dengan iringan ocehan mamak , saya pun diam seakan tak terjadi apa-apa . heee....
"hei , kamu dari mana , kok baju begini , kotor semua . sambil marah . heeee ...
sambil menggantungkan baju , saya hanya menjawab .
." ia mak , tadi main dulu . jawab saya tanpa rasa bersalah .
Habis perkara , kemudian saya menggantungkan baju tadi jemuran atau gantungan baju .
hari itu memang saya bawa kue , lalu saya berikan ke adik saya , dia sangat senang . hahha ...
Tepatnya jam 12 siang , bapak biasanya sudaj pulang , tapi kenapa belum pulang , ternyata , alhamdulillah ... ada yang memesan gurita . hingga menyelesaikan itu dulu baru pulang .
Dengan nafas yang terlihat melelahkan , saya jelas memperhatikan itu , bapak saya meneteskan air mata melihat kami dari pintu belakang sambil teriak memanggail bapak
" horee , bapak pulang , dengan gembira ria .
entah kenapa ia bisa meneteskan air mata itu , masih mistery .
seperti biasanya , mamak membuat minuman Kopi hangat buat bapak , menyiapkan makanan , karna juga bapak harus pergi jualan keliling juga naik sepeda karna masih ada ikan yang terisisa belum terjual .
terkadang bapak membawa saya oktu berkeliling jika saya memaksa untuk ikut ,
di setiap orang ada di teras rumah , ia menawarkan ikan jualan itu kepada mereka .
" beli pak , murah .. masih seger .
terkadang ada yang hanya bertanya , melihat dan tak membeli , itu hal biasa dalam berdagang .
dan seterusnya , waktu terus berputar . hingga mamak di vonis menderita penyakit komplikasi oleh dokter .
° KEHILANGAN IBU .
Saat itu kami terpaksa harus menerima kehendak tuhan yang maha esa . memanggil ibu dengan usia kami yang terbilang masih butuh sosok seorang ibu . usia saya saat itu sudah memasuki dan duduk di bangku kelas 4 SD , sedangkan adik saya belum masuk sekolah .
sangat terpukul atas kejadian itu ,
hembusan nafas terakhir kami terus memeluknya , saya tak sanggup melihat adik saya , yang belum tau apa-apa tapi juga ikut menangis memeluk dan mencium . bapak histeris atas kepergian ibunda .
Saya tak sanggup menangis lagi , air mataku tak lagi mengeluarkan air mata . semua orang menangis , sedangkan saya hanya terdiam seperti orang bodoh dengan pikiran dan tatapan kosong . Tureloto 2001 .
° bersambung ....
° MENJELMA MENJADI IBU SEKALIGUS UNTUK KAMI .