Tim Eria, Tim Elite, dan Bosley sudah berkumpul sesuai janji. Mereka bersembilan menunggu datangnya satu orang lagi. Tiba-tiba, Arias memecah keheningan di sana.
“Pilav!” teriak Arias yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
“Apa?” tanya Pilav.
“Itu … gelangnya! Kamu lepas?” Arias menunjuk ke arah tangan Pilav.
Pilav tertawa kecil lalu menurunkan kerah bajunya. Terlihat Lalia’s Pendant yang sudah dimodifikasi olehnya menjadi kalung.
“Gelang itu mengganggu saat aku bertarung. Aku mengubahnya menjadi kalung,” jelas Pilav.
“Ah, begitu.” Terdengar embusan napas lega dari Arias.
“Liontinnya cantik,” puji Nyridia.
“Irinya … andai ada yang memberiku perhiasan juga,” gumam Eugene.
Nyridia mencubit pinggang Eugene. “Belilah sendiri!”
Arias dan Pilav hanya saling lirik. Orang lain meng