Roy membuka pintu rumahnya yang diketuk dari luar.
“Halo, selamat pagi!” seru seorang perempuan dengan ceria. “Perkenalkan, aku Nyridia Lafelt, seorang kesatria. Apa kamu tertarik untuk menjadi seorang kesatria?”
“Eh?” Roy tampak kebingungan.
Melihat Roy yang tidak memberi jawaban, Nyridia pun menyerahkan sebuah kertas kepada pria itu. “Ini adalah formulir yang bisa kamu isi jika ingin mengikuti ujian masuk kesatria. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa—eh, maaf, apakah kamu Roy?”
Matanya membulat. “Bagaimana kamu tahu namaku?”
Nyridia tertawa kecil. “Teman satu timku sempat bertemu denganmu saat latihan. Dia menceritakan bagaimana penampilanmu, makanya aku bisa mengenalimu. Aku tidak menyangka bisa kebetulan bertemu begini. Kamu juga sempat bilang mau jadi kesatria, kan?”
“Ah, iya. Aku