Bima datang agak terlambat di tempat latihan karena dia menyuapi ibunya dulu sebelum berangkat
" Bima, push up 100 kali karena telat" pelatih langsung memberi hukuman melihat Bima datang terlambat
" baik guru" Bima langsung push up, apapun alasannya ia memang terlambat jadi ia menjalani hukuman tanpa protes
" ok sekarang pemanasan bagi yang lain , sesudah itu kita sparing , karna bulan depan kita ada latih tanding dengan perguruan merpati " ucap pelatih kepada murid yang lain nya. Perguruan silat Bima hanya beranggotakan 20 murid karena baru di bentuk, di pimpin oleh pak hendra pensiunan brimob, ada 6 wanita dan 14 pria , semua seumuran, jadi tidak ada peringkat dalam perguruan.
"Guru " Bima bergabung dengan murid yang lainnya setelah hukuman nya beres.
"Baik semuanya duduk melingkar, yang pertama bertanding ata lawan asep" pelatih langsung memulai sparing, sparing ini sang guru ingin melihat daya tahan daya serang dan berapa pemahaman yang sudah di pahami murid muridnya
Sparing pertama di menangkan oleh asep , tendangan memutar nya tak mampu di bandung oleh ata, tapi walau menang asep juga terkena sikutan di pahanya yang membuat kakinya Linux
Sparing berjalan seru rata rata kekuatan murid imbang kini giliran Bima yang berhadapan dengan idrus, teman sekolah sekaligus teman dalam perguruan tapi mereka tidak akrab malah terkadang ada gesekan emosi , idrus selalu memandang rendah Bima karena orangtua nya lebih mampu dari golongan kelas menengah keatas.
"Hayo maju loe pedagang pempek, jangan salahin gw kalau kaki loe pincang besok" idrus memprofokasi Bima yang hanya di balas senyum saja
" mulai " pelatih memberi aba aba, Bima berdiri tenang di tengah sedangkan idrus berkeliling bergaya memutari Bima,
"Hiaaat," idrus menyerang dengan tendangan mengarah perut yang di enakan Bima dengan mundur menjauh, berapa kali idrus menyerang tapi di elakkan terus oleh Bima
"Hoi banci lawan menghindar terus" teriak idrus karena kesal serangan nya tak ada satupun yang kena
"Bima lawan yang bener " pelatih menegur Bima yang di lihatnya tidak serius
" baik guru" Bima memasang kuda kuda untuk serius setelah di tegur guru nya. Bima memang tak mau melawan dan mengalah karena fokus nya bukan untuk latihan tanding yang memakan waktu tapi lebih fokus ke mencari uang buat kebutuhan nya sehari hari
" hiaaat " idrus langsung menyerang melihat Bima baru memasang kuda kuda, pikirnya Bima pasti belum siap , tapi ia salah tendangan di tangkap dan dia di apung kan ke atas oleh Bima membuat idrus terbanting keras dan tak bisa bangun hanya meringis memegang pinggang nya yang terasa mau remuk.
" cukup ganti Rio " ucap sang guru yang membuat Bima bengong.
"Guru ga salah ?? Kok bergilir?" Ucap Bima bingung
"Ya buat kamu bergilir sampai kamu kalah atau saya suruh mundur" ucap sang guru santai
" baik guru" Bima memasang kuda kuda lagi menanti serangan Rio, Rio satu geng dengan idrus yang sama sama orang kaya, geng mereka ada 5 orang idrus , Rio ata , ucu dan hendri. Idrus pimpinan nya karna ia lebih kaya
Pertandingan terus berjalan saat ini Bima melawan lawan yang ke lima, sebenernya ia telah letih tapi karna sang guru tidak menyuruh untuk mundur dia tetap melawan terus .lagi lagi Bima menang tapi kaki nya sudah mulai gemetar, batas tenaganya hampir terkuras semua
"Sekarang teguh lawan bima" ucap sang guru setelah melihat Rio terungkap
"Bima dan teguh sekarang bertanding seru semua jurusan dan teknik serta trik di keluarkan oleh teguh, Bima hanya bertahan karena kakinya sudah mulai gemetar karena tenaga hampir
"ciaaat" Bima mengumpulkan seluruh tenaganya dan langsung berubah dari posisi bertahan menjadi penyerang.
" plak, plak dag dugh" Bima dan teguh saling tangkis dan serang tangisan pas ketangkis tapi mereka sama sama terkena serangan kaki lawan, teguh terjengkang saat dadanya kena tendangan Bima dan Bima pun terduduk oleh sikutan teguh pada
" cukup , pertandingan Bima lawan teguh seri" ucap sang guru, sang guru menyadari bila sama-sama memiliki stamina awal dia yakin teguh bukan lawan bima , harusnya menang Bima, berhubung teguh masih ada persaudaraan dari pihak guru pelatih jadi di nyatakan
" Bima di papah oleh asep ke sudut ruangan dan di beri Air minum
Tiba tiba idrus menghampiri Bima
" ini belum selesai bim, lihat nanti pembalasan gw" ucapnya sambil menunjukkan jari tengah nya
" Loe ada masalah apa bim sama idrus " asep bertanya bingung
" gw juga ga tau sep dari dulu emang dia suka cari gara gara, tapi gw diemin ga gw layanan,tapi kayanya sekarang ga bisa di diemin lagi" Bima menatap asep , ya di perguruan ini hanya asep dan lesta yang mau menjadi teman nya, nama perguruan yang Bima ikuti adalah perguruan bangau putih , cabang dari jawa barat
"Loe ga papa bim" tiba tiba satu suara mengejutkan mereka berdua yang sedang termenung
"Eh lesta , gua ga papa les, cuma kecapean doang di gilir 6 lawan" Bima tersenyum membuat lesta dag dig dug jantungnya dan pipinya mereka
"Kacang, Kacang, Kacang, " asep iseng merasa di cuekin Bima dan lesta
Bima dan lesta langsung melotot ke asep," Eh maaf gw salin baju dulu" asep yang di plototin langsung kabur
"Dasar " ucap Bima, lesta hanya tersenyum melihat kelakuan asep
"Ànter pulang yah bim?" Pinta lesta pelan
"Ayo " sahut Bima sambil berdiri, Bima dan lesta berpamitan pada sang guru, setelah berpamitan mereka berjalan santai tapi saling diam, mendadak gerimis turun membuat Bima dan lesta berlari ke arah pos kamling yang tak jauh dari mereka
"Pake hujan lagi" keluh Bima
"Emank kenapa kalau hujan?" Tanya lesta,
"Nanti kemaleman pulang nya , besok kita masih harus sekolah " lesta terdiam, tiba tiba lesta memeluk Bima, Bima tecengang sesaat,
" kamu kenapa?? " Tanya Bima bingung
"Gw suka sama loe bim" lesta mengencangkan pelukannya , Bima hanya terdiam dan menghela napas, dia juga suka sama lesta , tapi dia merasa ga cocok buat lesta yang cantik dan orang berada, berbeda jauh dengan dirinya yang tak punya apa apa.
"Elo ga suka sama gw bim ?? Jawab , elo mau kan jadi pacar gw?? Cecar lesta,Bima menatap lesta mencoba mencari kejujuran di mata lesta tapi lesta menunduk tak berani menatap mata Bima
" lesta, loe ga salah pengen gw jadi pacar loe?? , gw ini miskin, orang ga punya dan lihat penampilan gw, beda jauh sama loe, ibarat kata ari wibowo, seperti singkong dan keju " ucap Bima berkelakar
" gw serius, gw mau loe jadi pacar gw, yang kaya ortu gw bukan gw" mata lesta memerah dan seperti nya akan menangis.
"Gw juga suka sama loe les, cuma gw tau diri gw siapa" Bima ngusap rambut lesta berusaha menenangkan agar tak menangis
" gw ga peduli keadaan loe , yang gw mau diri loe sejati" ucap lesta, bima terdiam , tiba-tiba lesta mencium Bima " gw sayang sama loe " ucapnya pelan "Loe mau kan jadi pacar gw??" Tanya nya penuh harap
" gw juga sayang sama loe, ok kita pacaran, tapi kalau loe ga nyaman jalan sama gw bilang yah" Jawab Bima setelah terdiam dan merenung sesaat,
" ga bakalan ga nyaman" lesta memeluk Bima
" yuk pulang dah reda " ajak Bima sambil memegang tangan lesta, lesta hanya menurut, sepanjang jalan ia tersenyum, seperti nya ia bahagia sekali berbeda dengan Bima yang merasa ada yang mengganjal di hatinya tapi entah tak tahu apa
Selepas mengantarkan lesta Bima langsung pulang , tapi di depan rumah tetangga nya ia melihat uda buyung seperti kebingungan, uda buyung tetangga bedeng Bima ,orangnya baik sering menolong Bima .
" uda kenapa kok mondar mandir? " tanya Bima setelah dekat ,
"Eh bim , dari mana udah jam 11 kok masih di luar, besok ga sekolah apa?? " Tanya uda buyung tak menghiraukan pertanyaan Bima
" baru pulang latihan uda , uda kenapa ada yang bisa saya bantu,da?? Tanya lagi
" ini mobil angkot kotor tadi ada carteran ke pringsewu, nyari si anda ga ada " Jawab uda buyung
" oh biar saya aja uda yang nyuci ayo ke pencucian" tawar Bima
" kamu ga cape emang? Pagi kamu sekolah, Siang jualan, ini habis latihan" tanya uda
" kalau nyuci mobil aja mah ga apa apa uda ayo keburu malem "
" ok deh kita pencucian patrol aja yah? " tanya uda
"Ok siap da , pencucian bunda aja klw di patrol, saya kenal sama bunganya." Ajak Bima
"Ok, kok bisa kenal ?? Heran uda
" oh itu dulu aku ngontrak di sana da, sebelum pindah ke stasiun , trus baru pindah kesini" tutur Bima panjang lebar
Mobil melaju melewati terminal rajabasa, dan berbalik ke kanan ke arah pencucian mobil bunda.
Bima langsung mengambil sabun dan selang, ia memang terkadang membantu uda buyung mencuci mobil angkot nya yang jurusan Tanjung Karang- rajabasa. Tapi biasanya sore hari baru ini dia mencuci mobil malam
" beres da" teriak Bima setelah selesai mencuci dan mengeringkan dengan kategori
" yok pulang, kopinya tadi sama apa bim?? Tanya uda
" oh sama mie rebus plus telor da "
" ok yuk pulang " uda langsung naik angkot nya setelah membayar biaya air dan makanan yang kami makan , uda emang royal sama makanan dan uang jasa, tapi kalau sekali di khianati dia tak akan pernah percaya lagi seumur hidup, pernah tetangga di suruh nyuci mobil tapi malah di bawa maen dulu mobilnya, sampai sekarang ga pernah di bantu dan di suruh megang mobil lagi, padahal masih saudara dari istri uda
" nich bim" uda menyodorkan uang biru selembar, aku hanya bengong " ambil ini buat kamu" desaknya lagi
"Ini kebanyakan da"
"Ambil aja, oh iya kamu pulang sekolah ngenekin uda aja, dari jam 2 sampe jam stengah 6, gmana?" Tanya uda menawarkan jadi kenek mobil nya
" emank boleh da? Kan belum terbiasa da " ucap Bima ragu
" gampang tinggal teriak basa basa basa klw kita ke arah rajabasa, kalau ke tanjung karang, tinggal teriak karang karang"
" ok da Bima mau, besok Bima bilang ke ibu polisi ga ikut keliling dagang dulu" ucap Bima bersemangat
Bima langsung pulang dengan perasaan senang, hari ini dia merasa beruntung, jualan habis , dapet pacar , nyuci mobil biasa 20 ribu di kasih 50 , dan di tawarin kerja yang lebih baik.