Rainee POV :
Melihat Rendra tertawa bersama dengan orang lain. Rasanya, Sakit. Sakit sekali.
mungkin harus aku tidak berpisah dengannya. aku merasa bodoh sekali, padahal aku memiliki kesempatan yang sangat bagus.
Tidak. aku tidak boleh merebutnya.
...
Tapi perempuan itu juga tidak memperlakukannya dengan baik, sayang sekali.
Kenapa perempuan itu terus membahas ku?! aku cuma diajak oleh pacarnya.
Terlihat Bella sedang menyebut nyebut Rainee di Quick chat dan mengungkit ungkit masalah lampau kepada Rendra dan Rendra pun nampak kesal sekali dan mengakhiri gamenya.
"Maaf banget ya Rainee kami malah ribut di depanmu." ujar Rendra
"ah gapapa kok, aku yang minta maaf udah bikin kalian berantem" Rainee melanjutkan.
Rainee meletakkan hp dan tertidur, ia harus pergi bersekolah besok.
"Ah malas sekali rasanya, lebih baik aku sakit saja daripada sekolah" Batin Rainee
Drrt Drrt, Drrt Drrt
Ada panggilan masuk dari handphone nya, Dari Rendra.
Rainee tidak mengangkatnya ia takut menghancurkan hubungan kedua orang itu hanya karena dia telponan dengan mantannya.
Rainee dipanggil ibu nya dari lantai bawah, "Ya maa sebentar"
Di perjalanan ke sekolah ia termenung, ia sangat lelah dengan hidupnya yang sangat membosankan itu, rasanya sama saja. Yang beda hanyalah ia memiliki gebetan untuk sekarang. (Ntahlah, rasanya aku ingin menjadi b******k yang memainkan hati orang. Tapi aku takut dengan karma)
malamnya, Hand phone Rainee berdering tanpa henti sejak tadi ia mulai kesal dengan suara dering yang berulang ulang itu. ia mengangkatnya dan mendengar suara tangisan. Rainee melihat hand phone nya kembali untuk mencek siapa yang ia jawab telponnya itu,
" Rendra "
Rainee terkejut
"Lu kenapa???"
Rendra dengan Ter Isak Isak menceritakan ia sudah pisah dan ditinggal oleh Bella, Bella memutuskannya di GRUP dan diliat oleh orang banyak . Rendra tidak terlalu mementingkan di lihat orang banyak, dia hanya sangat ' kesakitan ' ketika ditinggal Bella
Rainee tak tega mendengar laki laki itu. "udah jangan nangis lagi, dia yang rugi kok . ." ucap Rainee.
"Tapi gw belum bisa relainn"
Rendra melanjutkan.
"Lupain aja dia mau gw temenin tidur?"
Rainee menawarkan
Rendra pun malam itu ditemani Rainee sleep call.