Bali, Indonesia
Sirine saling bersahutan memecahkan malam yang sunyi. Berita pembunuhan model papan atas dan pengusaha terkenal menyebar dengan luas. La Mia, keluarga Alberto yang tersisa, sedang menangis meratapi kedua orangtuanya yang terbujur kaku di ruang keluarga. Kejadian ini terjadi ketika La Mia berada di luar kota untuk keperluan meeting menggantikan ayahnyanya. La Mia adalah pemuda yang sedang populer di dunia modeling ataupun bisnis. Darah kedua orang tuanya bercampur dan menjadi dirinya, La Mia Alberto, gadis tangguh yang memiliki kecantikan Dewi Purbasari.
La Mia dikenal anak yang sopan dan ceria oleh orang yang mengenalnya. Namun kini tidak ada senyuman sedikitpun dari bibir mungil itu. Air mata tak berhenti mengalir menandakan kehilangan yang sangat menyakitkan.
"Nggak mungkin, Ayah Bunda tidak meninggalkanku. Mereka masih hidup paman! Mereka mungkin sedang ada seminar di Kota. Bohong dia bukan Bunda! Bunda bangun nda buktikan pada mereka Bunda masih hidup. Bunda hanya tidur," La Mia histeris melihat mayat sang Bunda yang tidak dapat dikenali lagi karena darah yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Sabar nak, Nak Mia pasti kuat. Relakan tuan dan nyonya pergi. Tuhan lebih menyayanginya," tidak ada yang bisa dikatakan Rusli, supir paruhbaya yang telah mengabdi bertahun-tahun pada keluarga Alberto.
"BUKAN-BUKAN MEREKA BUKAN ORANG TUAKU! MEREKA BUKAN ORANG TUAKU! MEREKA MASIH HUDUP! BUKAN MEREK-" suara teriakan terhenti, pemilik suara telah terjatuh tak berdaya. Untung Pak Rusli telah menangkap nona muda dan menggendongnya ke dalam kamar.
"Buk, tolong urus Nak Mia dulu. Bapak mau ke bawah mengurus surat-surat yang dibutuhkan untuk membuat laporan atas kejadian ini," Rusli memegang pundak sang istri yang juga tampak murung. Keluarga Alberto sangatlah berjasa pada keluarga mereka.
"Ibu tidak tega pak lihat Nak Mia seperti itu," tangis Sutirah tidak dapat terbendung lagi. Melihat sang anak majikan yang mengalami musibah dalam kurun waktu hitungan jam.
"Ibu harus kuat, Nak Mia lebih membutuhkan kita dalam situasi ini. Bapak juga akan mengumpulkan penjaga yang berjaga malam ini dan menanyakan kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, ibu tolong temani Nak Mia." Rusli meninggalkan sang istri yang segera masuk ke dalam kamar milik La Mia.
***
Zambabwe, Afrika
"Siapkan kebetangkatanku menuju Indonesai,"
"Siap tuan,"
"Mereka sudah mati?"
"Sudah tuan, dikebumikan pagi ini pukul 08.00 WITA di pemakaman milik keluarga,"
"Bagus, buat perusahaan mereka hancur secara perlahan. Bukankah perusahaan mereka mengalami kekosongan pemimpin?"
"Tidak tuan mereka memiliki seorang putri yang telah menguasai semua aset milik mereka sejak satu tahun belakangan ini,"
"Sialan! Lenyapkan gadis itu!"
"Baik tuan."
*
*
*
#####
Pojok Kata
Hai... Salamat datang di Broken Demon. Yah masih cerita baru sih. Tapi saya berharap kalian suka sama karya ini. Ini cerita pertamaku. Jadi mohon bimbingannya, jadilah pembaca yang bijak ya. Ini karya orisinil saya. Mulai dari tokoh, alur sampai nanti pada akhir cerita saya buat sendiri dengan ide saya sendiri.
Mau kenalan sama saya nggak?
Panggil saja Ara
See you next part☺