Pintu terbuka, Ilham melihat raut wajah istrinya yang pucat. Ilham lantas memegang kedua pundak istrinya, menyamaratakan wajahnya dengan istrinya
“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Ilham khawatir. Pintu masih belum terbuka sepenuhnya.
“Kamu mimpi?” Ilham seketika menyimpulkan istrinya bermimpi seperti yang sudah sudah. Dela hanya terdiam di tempat.
Lalu Ilham melebarkan pintu, melihat ke setiap sudut ruangan, istrinya hanya sendiri, tak ada siapa-siapa di sini, pandangannya teralihkan ke ranjang yang berantakan. Penasaran, Ilham melangkah masuk mendekati sisi ranjang, ia terheran dengan adanya dua tali yang terikat ke sisi ranjang.
“Siapa yang melakukan ini, Del?” tanya Ilham, menunjuk pada dua tali dengan raut muka yang sudah berubah, penasaran disertai kilatan emosi di matanya. Ia menatap